Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Bekukan Isi Ulang Uang Elektronik, Gubernur BI: Jangan Sampai Membahayakan Konsumen

Bekukan Isi Ulang Uang Elektronik, Gubernur BI: Jangan Sampai Membahayakan Konsumen

7 Oktober 2017 | Dibaca : 482x | Penulis : Rindang Riyanti

Layanan isi ulang uang elektronik (e-money) dari beberapa bisnis e-commerce dibekukan sementara.

PayTren milik Yusuf Mansyur pun tak lolos dari pembekuan. Sebelumnya BI telah menghentikan layanan isi ulang uang elektronik milik 4 perusahaan seperti TokoCash milik Tokopedia, ShopeePay milik Shopee, dan yang terbaru BukaDompet milik Bukalapak.

Terkait dengan hal ini, Gubernur BI, Agus Martowardojo, menyatakan bahwa penghentian sementara layanan isi ulang e-commerce tersebut adalah demi kemanan untuk masyarakat.

"Kalau institusi itu mau bisnis uang elektronik tentu harus tertib dan meminta izin dari BI, karena BI mau meyakinkan institusi yang himpun dana dari masyarakat bisa menjalankan bisnis sesuai aturan," kata Agus, di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

"Selama proses institusi itu bisa melakukan bisnisnya dengan pembayaran menggunakan cara bayar lain seperti kartu debit dan kredit. Kalau ada uang elektroniknya jangan sampai nanti membahayakan konsumen," lanjutnya.

Untuk itu, Agus meminta penerbit uang elektronik untuk mengajukan izin penyelenggaraan. Ini demi perlindungan kepada konsumen. Jika ada penerbit uang elektronik uang belum mengajukan izin, maka BI akan terus meminta institusi tersebut untuk mengurus perizinan.

"Kalau belum ajukan ada sanksi, kami tidak mau ada yang aktif tidak sesuai dengan aturan," tegas Agus.

Hal yang melatarbelakangi ini adalah, selama ini, menurut Agus, banyak penerbit yang merasa jika uang elektronik yang harus diajukan izin adalah yang memiliki mekanisme open loop. Open loop adalah uang elektronik bisa digunakan untuk pembayaran di tempat umum.

Padahal, untuk uang elektronik close loop atau uang elektronik yang digunakan di satu tempat atau kalangan sendiri, misalnya kartu untuk makan di foodcourt, itu juga harus memiliki izin. Namun dengan syarat dana yang dihimpun itu sudah lebih dari Rp 1 miliar.

"Kalau jumlahnya tidak besar dan close loop kami bisa pahami. Tapi jika jumlahnya sudah di atas Rp 1 miliar harus tetap minta izin," jelas Agus.

Institusi penerbit uang elektronik harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang baik, tata kelola manajemen risiko yang baik.

Sementara itu, Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo, menyampaikan bahwa saat ini sejumlah pemilik uang elektronik seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan PayTren sedang memproses izin ke BI.

Proses perizinan bisa keluar paling cepat 35 hari kerja dan bisa diaktifkan kembali. "Tapi itu jika perusahaan sudah memenuhi persyaratan dan dokumen yang diminta oleh Bank Indonesia," tandas Pungky.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Waspada...Istri Enggan Diajak Berhubungan Intim....
15 Mei 2017, by herline
Ditinjau dari segi medis, keinginan untuk bercinta pada pria dan wanita memang berbeda. Pada pria, memiliki hasrat yang sifatnya tetap atau terus menerus dan ...
Andrea Dovizioso : "Situasi Ini Dibayar Pada Waktu Yang Tepat"
6 Januari 2018, by Rachmiamy
Pembalap MotoGP asal Italia yang bergabung dengan tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso gagal menjadi juara dunia MotoGP 2017. Dovizioso harus merelakan gelar ...
Pohon Jenis Baru Ini Ada di Dubai, Pohon WiFi
26 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu kota terkaya di dunia, Dubai semakin hari semakin memanjakan para pelancong. Disana, kita dapat menemukan pohon palem yang tak ada ...
3 Cara Terbebas dari Asma yang Mengganggu
6 Juni 2018, by Maman Soleman
Asma merupakan reaksi hipersensitif dari saluran nafas terhadap alergan (pemicu alergi), misalnya debu, kutu, obat, udara dingin, dan sebagainya. Reaksi ini ...
Legenda Juventus Alessandro Del Piero Merasa Kagum Dengan Penampilan Paulo Dybala Bersama Juventus
7 Oktober 2017, by Rachmiamy
Para pecinta Juventus atau lebih dikenal dengan sebutan Juventini pasti mengenal nama Alessandro Del Piero. Del Piero merupakan salah satu legenda klub asal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab