Tampang

Jangan Tunggu Remmu Mogok!” Fakta Mengejutkan Kenapa Menguras Minyak Rem Itu Lebih Krusial dari Ganti Kampas!

13 Jan 2026 12:49 wib. 35
0 0
Sistem pengereman Motor
Sumber foto: Google

Jakarta — Hampir semua pemilik motor tahu bahwa kampas rem dan cakram perlu dirawat, namun satu hal yang sering diabaikan adalah minyak rem, padahal komponen ini justru menjadi tulang punggung sistem pengereman hidrolik yang menentukan keselamatan pengendara di berbagai kondisi jalan.

Banyak masyarakat hanya fokus mengganti kampas atau memeriksa cakram saat rem mulai aus, tetapi minyak rem yang sudah “lelah” lama dipakai bisa berdampak jauh lebih serius terhadap respons pengereman bahkan berkontribusi terhadap kegagalan rem saat situasi darurat.

Minyak Rem: Komponen Kecil dengan Dampak Besar

Minyak rem bertugas sebagai media penghantar tekanan dari tuas rem ke komponen hidrolik yang menekan kampas ke cakram atau tromol. Dalam arti yang sederhana, tanpa minyak rem yang efektif dan jernih, sistem pengereman tidak akan bekerja dengan baik, tidak peduli seberapa baru kampas yang dipasang.

Namun minyak rem bukan pelumas biasa. Ia memiliki karakteristik higroskopis, yakni mudah menyerap uap air dari udara sekitar. Ketika kelembapan meningkat di dalam minyak rem, titik didihnya menurun drastis kondisi berbahaya saat rem dipakai berulang atau dalam pengereman keras karena minyak yang mengandung air itu bisa berubah menjadi uap dan melemahkan tekanan hidrolik.

Situasi semacam ini dapat membuat tuas rem menjadi terasa lebih dalam, kehilangan kekuatan pakem, bahkan meningkatkan risiko kegagalan total dalam kondisi ekstrem seperti menuruni jalan panjang atau ketika harus menghindari bahaya secara cepat.

Apa Risiko Jika Mengabaikan Minyak Rem?

Jika minyak rem dibiarkan begitu saja tanpa dikuras atau diganti secara berkala:

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?