Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Baterai Baru ini Diaktifkan dengan Ludah Anda

Baterai Baru ini Diaktifkan dengan Ludah Anda

5 Oktober 2017 | Dibaca : 456x | Penulis : Rio Nur Arifin

Peneliti di Binghamton University  telah mengembangkan langkah selanjutnya dalam sel bahan bakar mikroba (MFC): baterai yang diaktifkan oleh ludah yang dapat digunakan dalam kondisi ekstrim dimana baterai normal tidak berfungsi.

Selama lima tahun terakhir, Asisten Ilmu Komputer dan Asisten Ilmu Komputer Binghamton Seokheun Choi telah berfokus pada pengembangan sumber daya mikro untuk penggunaan di daerah terbatas sumber daya ke biosensor diagnostik power point-of-care (POC); dia telah menciptakan beberapa baterai bertenaga bakteri berbasis kertas.

"Pembangkitan tenaga mikro on-demand diperlukan terutama untuk aplikasi diagnostik perawatan di negara-negara berkembang," kata Choi. "Biasanya, aplikasi tersebut hanya memerlukan beberapa puluh tingkat daya mikrowave untuk beberapa menit, namun baterai komersial atau teknologi pemanenan energi lainnya terlalu mahal dan terlalu berkualitas. Selain itu, mereka menimbulkan masalah pencemaran lingkungan."

Choi, bersama dengan asisten peneliti Maedeh Mohammadifar, menciptakan baterai bertenaga bakteri berbasis kinerja tinggi dengan membangun sel bahan bakar mikroba dengan sel exoelectrogenic beku yang tidak aktif dan beku yang menghasilkan tenaga dalam hitungan menit setelah menambahkan air liur. Baterai yang diusulkan menghasilkan daya yang dapat diandalkan dari satu tetes air liur, memasok daya on-board yang dapat digunakan oleh platform diagnostik POC berbasis kertas pakai generasi berikutnya.

"Baterai yang diusulkan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan solusi daya konvensional lainnya karena cairan biologis untuk aktivasi baterai sesuai permintaan sudah tersedia bahkan di rangkaian yang paling banyak dibatasi sumber daya, dan teknologi pengeringan beku memungkinkan penyimpanan sel jangka panjang tanpa degradasi atau denaturasi, "tulis para peneliti.

"Sekarang, kerapatan daya kita adalah sekitar beberapa microwatts per sentimeter persegi. Meskipun 16 sel bahan bakar mikroba terhubung dalam satu seri pada satu lembar kertas menghasilkan nilai arus listrik dan voltase yang diinginkan untuk menyalakan dioda pemancar cahaya (LED), lebih jauh Perbaikan daya diperlukan untuk aplikasi elektronik lainnya yang menuntut ratusan miliwatt energi, "kata Choi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Yuk Bersihin Rumah! Ini Loh Manfaatnya
15 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bersih-bersih rumah memang menjadi pekerjaan yang tidak menyenangkan dan malas untuk dilakukan. Salah satu alasan yang paling banyak digunakan ...
Terserempet Kereta Api, Pengendara Motor ini Terseret dan Terpental, Untung Nggak Mati
12 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Aksi nekat pengendara motor atau mobil menerobos lintasan kereta api saat kereta akan melintas masih sering terjadi dan menyebabkan korban nyawa ...
Usai Diperiksa KPK, Gubernur Zambi Zumi Zola Mengenakan Rompi Orange Milik KPK
9 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap  Gubernur Zambi Zumi Zola (9/42018) selama kurang lebih 8 jam. Gubernur ...
Tips Supaya Pasangan Merasa Lebih Dihargai
18 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Guys, bila kita sudah menetapkan untuk melakukan suatu hubungan dengan seseorang, maka sudah sewajibnyalah kita berkomitment dengan apa yang ...
Julio Cesar : Ederson terus mengalami peningkatan performa
15 November 2017, by Rachmiamy
Ederson merupakan salah satu panjaga gawang yang berasal dari Brazil. Penjaga gawang berusia 24 tahun tersebut kini membela salah satu klub kaya di Liga ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab