Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Baterai Baru ini Diaktifkan dengan Ludah Anda

Baterai Baru ini Diaktifkan dengan Ludah Anda

5 Oktober 2017 | Dibaca : 510x | Penulis : Rio Nur Arifin

Peneliti di Binghamton University  telah mengembangkan langkah selanjutnya dalam sel bahan bakar mikroba (MFC): baterai yang diaktifkan oleh ludah yang dapat digunakan dalam kondisi ekstrim dimana baterai normal tidak berfungsi.

Selama lima tahun terakhir, Asisten Ilmu Komputer dan Asisten Ilmu Komputer Binghamton Seokheun Choi telah berfokus pada pengembangan sumber daya mikro untuk penggunaan di daerah terbatas sumber daya ke biosensor diagnostik power point-of-care (POC); dia telah menciptakan beberapa baterai bertenaga bakteri berbasis kertas.

"Pembangkitan tenaga mikro on-demand diperlukan terutama untuk aplikasi diagnostik perawatan di negara-negara berkembang," kata Choi. "Biasanya, aplikasi tersebut hanya memerlukan beberapa puluh tingkat daya mikrowave untuk beberapa menit, namun baterai komersial atau teknologi pemanenan energi lainnya terlalu mahal dan terlalu berkualitas. Selain itu, mereka menimbulkan masalah pencemaran lingkungan."

Choi, bersama dengan asisten peneliti Maedeh Mohammadifar, menciptakan baterai bertenaga bakteri berbasis kinerja tinggi dengan membangun sel bahan bakar mikroba dengan sel exoelectrogenic beku yang tidak aktif dan beku yang menghasilkan tenaga dalam hitungan menit setelah menambahkan air liur. Baterai yang diusulkan menghasilkan daya yang dapat diandalkan dari satu tetes air liur, memasok daya on-board yang dapat digunakan oleh platform diagnostik POC berbasis kertas pakai generasi berikutnya.

"Baterai yang diusulkan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan solusi daya konvensional lainnya karena cairan biologis untuk aktivasi baterai sesuai permintaan sudah tersedia bahkan di rangkaian yang paling banyak dibatasi sumber daya, dan teknologi pengeringan beku memungkinkan penyimpanan sel jangka panjang tanpa degradasi atau denaturasi, "tulis para peneliti.

"Sekarang, kerapatan daya kita adalah sekitar beberapa microwatts per sentimeter persegi. Meskipun 16 sel bahan bakar mikroba terhubung dalam satu seri pada satu lembar kertas menghasilkan nilai arus listrik dan voltase yang diinginkan untuk menyalakan dioda pemancar cahaya (LED), lebih jauh Perbaikan daya diperlukan untuk aplikasi elektronik lainnya yang menuntut ratusan miliwatt energi, "kata Choi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ranger Tewas, Turis Diculik di Taman Nasional Virunga
12 Mei 2018, by Slesta
Seorang penjaga taman di Taman Nasional Virunga di Republik Demokratik Kongo tewas dan sedikitnya tiga orang, termasuk dua turis Inggris, diculik Jumat, kata ...
Jangan Menunggu Berdampak Seperti Kasus Ahok, Polisi Diminta Merespon Cepat
9 Agustus 2017, by Zeal
Beberapa waktu yang lalu, Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR RI, Viktor Laiskodat, menyampaikan pidato yang cukup menimbulkan kontroversi publik. Bagi sebagian ...
smoothie sehat
4 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Selama beberapa tahun terakhir, smoothies telah berevolusi menjadi cara populer untuk mengkonsumsi nutrisi yang sangat bermanfaat melalui pencampuran bahan ...
Elektabilitas Golkar Terus Anjlok, Setnov  Diminta Mundur
27 November 2017, by Rindang Riyanti
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menilai musyawarah luar biasa (Munaslub) Partai Golkar harus dilakukan sesegera mungkin. Menurut Nurdin, perlu ada ...
Inilah 5 Trik Untuk Bujuk Anak Hilangkan Kecanduan Makanan Manis
15 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Terdapat banyak anak yang sangat kecanduan makanan manis seperti permen, cokelat, kue, dan cake. Tidak jarang bagi anak – anak mereka ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab