Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Baterai Baru ini Diaktifkan dengan Ludah Anda

Baterai Baru ini Diaktifkan dengan Ludah Anda

5 Oktober 2017 | Dibaca : 552x | Penulis : Rio Nur Arifin

Peneliti di Binghamton University  telah mengembangkan langkah selanjutnya dalam sel bahan bakar mikroba (MFC): baterai yang diaktifkan oleh ludah yang dapat digunakan dalam kondisi ekstrim dimana baterai normal tidak berfungsi.

Selama lima tahun terakhir, Asisten Ilmu Komputer dan Asisten Ilmu Komputer Binghamton Seokheun Choi telah berfokus pada pengembangan sumber daya mikro untuk penggunaan di daerah terbatas sumber daya ke biosensor diagnostik power point-of-care (POC); dia telah menciptakan beberapa baterai bertenaga bakteri berbasis kertas.

"Pembangkitan tenaga mikro on-demand diperlukan terutama untuk aplikasi diagnostik perawatan di negara-negara berkembang," kata Choi. "Biasanya, aplikasi tersebut hanya memerlukan beberapa puluh tingkat daya mikrowave untuk beberapa menit, namun baterai komersial atau teknologi pemanenan energi lainnya terlalu mahal dan terlalu berkualitas. Selain itu, mereka menimbulkan masalah pencemaran lingkungan."

Choi, bersama dengan asisten peneliti Maedeh Mohammadifar, menciptakan baterai bertenaga bakteri berbasis kinerja tinggi dengan membangun sel bahan bakar mikroba dengan sel exoelectrogenic beku yang tidak aktif dan beku yang menghasilkan tenaga dalam hitungan menit setelah menambahkan air liur. Baterai yang diusulkan menghasilkan daya yang dapat diandalkan dari satu tetes air liur, memasok daya on-board yang dapat digunakan oleh platform diagnostik POC berbasis kertas pakai generasi berikutnya.

"Baterai yang diusulkan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan solusi daya konvensional lainnya karena cairan biologis untuk aktivasi baterai sesuai permintaan sudah tersedia bahkan di rangkaian yang paling banyak dibatasi sumber daya, dan teknologi pengeringan beku memungkinkan penyimpanan sel jangka panjang tanpa degradasi atau denaturasi, "tulis para peneliti.

"Sekarang, kerapatan daya kita adalah sekitar beberapa microwatts per sentimeter persegi. Meskipun 16 sel bahan bakar mikroba terhubung dalam satu seri pada satu lembar kertas menghasilkan nilai arus listrik dan voltase yang diinginkan untuk menyalakan dioda pemancar cahaya (LED), lebih jauh Perbaikan daya diperlukan untuk aplikasi elektronik lainnya yang menuntut ratusan miliwatt energi, "kata Choi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hati-Hati, Ini Akibatnya Jika Kamu Tidak Mengistirahatkan Tubuh
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Apakah kamu seorang workaholic yang sering melupakan istirahat? Jika kamu hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat, dapat berdampak buruk ...
4 Klub Besar yang Berhasil Lolos ke Semifinal Liga Champions 2018, ini Jadwal Drawingnya
12 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Hasil perempatfinal liga Champions meloloskan empat klub besar yang masuk babak selanjutnya yaitu semifinal Champions 2018. Pada babak sebelumnya ...
‘Legipait’  Kopi yang Wajib Dikunjungi Jika Berada di Malang
2 September 2017, by Rendy Caesario
Malang, kota yang mempunyai ciri khas udaranya dingin dan sejuk. Beberapa tahun ini Malang mulai dipadati dengan munculnya café-café  yang ...
91 Gunung Api Ditemukan di Bawah Antartika
20 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Para ilmuwan telah menemukan apa yang mereka sebut sebagai wilayah vulkanik terbesar di planet ini. Ditemukan di daerah yang dikenal sebagai Sistem Rift, ...
Iran: Akan Bekerja untuk Menyelamatkan Kesepakatan, atau Memulai Kembali Program Nuklir
9 Mei 2018, by Slesta
Marah terhadap keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir, anggota parlemen Iran telah bersumpah untuk memulai ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview