Tutup Iklan
ObatDiabetes
  
login Register
pendukung jokowi

Banyak Pendukung Jokowi atau Ahok yang Tidak Siap Berdemokrasi (1)

8 Mei 2018 | Dibaca : 496x | Penulis : Tonton Taufik

Sejak kekalahan Ahok-Djarot dari pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, banyak pendukungnya yang sakit hati, meluapkan ketidaksetujuan dengan menghina ke semua pendukung Anies-Sandi. Beberapa orang tersebut, memiliki jumlah follower yang cukup banyak di sosial media. Hal ini menunjukkan bahwa orang tsb belum siap untuk berdemokrasi, belum siap menghadapi perbedaan pendapat, selalu memaksakan kehendak.

Beberapa orang tersebut adalah:

Dave Revano

Dave Revano adalah ketua panitia Forum Untukmu Indonesia (FUI), yang mengadakan acara bagi-bagi sembako di hari Sabtu, 28 April 2018, menewaskan 2 orang anak: 12 tahun dan 10 tahun. Dave mengungkapkan kekalahan Ahok-Djarot dengan tulisan-tulisan yang menghina Anies-Sandi, seperti:

  • Anies-Sandi itu manusia terjahat melebihi penista agama
  • Sandiaga Uno tidak pantas jadi Wagub, ngomongnya seperti comberan

Setelah kejadian "sembako maut", Dave Revano menghilang, tidak mau menghadapi media. Yang terlihat hanya kuasa hukumnya saja, Henry Indraguna, yang menyatakan, keluarga korban sudah menyadari bahwa meninggalnya korban, sudah menjadi takdir, sehingga tidak bisa diusut. Jika semua kejadian kematian sudah menjadi takdir, sepertinya tidak perlu adanya polisi dan pengadilan sebagai penengah perkara. Sudah jelas meninggalnya Rizki Syaputra (10) dan Mahesa Junaedi (12).

"Saya orang kecil, saya orang miskin, tolong agar jangan berhenti diusut," kata Kokom, ibu dari Rizki Syaputra di Bareskim Polri, Jakarta Pusat (2/5)

Biasanya kejadian yang menimpa seseorang yang pro pemerintah terkait masalah hukum, bebas, tanpa tersentuh. Tanpa tersentuh hukum, ke pengadilan saja tidak, karena proses dikepolisian tidak selesai. Apalagi ini menimpa warga negara yang dalam keadaan miskin.

Semoga kasus ini tidak menambah jelek citra kepolisian, karena tidak berhasil mengajukan ke pengadilan untuk kasus ini.

 

Ananda Sukarlan

Seorang warga negara Jakarta yang menjadi pendukung Ahok-Djarot, yang belum bisa move on, walaupun kepemimpinan DKI Jakarta sudah ganti. Ananda Sukarlan ini seorang terpelajar tetapi termasuk orang yang tidak siap berdemokrasi. dia melakukan Walk Out pada saat Anies Baswedan melakukan pidato di acara 90 tahun Kanisius.

Ananda Sukarlan: "Anies Baswedan itu mendapatkan jabatan tida sesuai dengan ajaran Kanisius, dengan membuat perbedaan-perbedaan."

Mungkin Ananda Sukarlan maunya semuanya sama, tidak boleh ada yang beda, ini menunjukkan kekanak-kanakan sebagai seorang yang sudah dewasa, yang tidak siap menerima kekalahan dalam berdemokrasi. Orang seperti ini tidak pantas tinggal di manapun, bagaimana mungkin semua orang harus sama, demokrasi itu ada karena ada perbedaan. Jika kalah dalam berdemokrasi, tidak perlu walk out, dan mancaci maki pemimpin yang dipilih melalui proses demokrasi. Siapapun yang menjadi pemimpin hasil dari demokrasi, merupakan hasil dari suara terbanyak, wajib untuk diikuti sebagai pemimpin, jika tidak ingin mengikuti, mungkin Ananda Sukarlan mau pindah tempat tinggal.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Perbaikan Tanggul Kali Pulo Terkendala Hujan Deras
25 November 2017, by Admin
Tampang.com - Pasukan Biru dari Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan terus melakukan pengerjaan perbaikan di lokasi tanggul jebol di kawasan RW 6 Jatipadang, ...
Hobi Makeup tapi Kulit Sensitif? Ini dia Solusinya
8 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Makeup merupakan sahabat sehari-hari bagi sebagian wanita. Menggunakan makeup dianggap mampu meningkatkan rasa percaya diri saat tampil di depan ...
transformers
29 April 2017, by herline
Masih ingat dengan Autobot Optimus Prime? Pemimpin dari autobot pada film transformers 1, 2, 3? bagi pecinta film robot, film ini telah berhasil membuat kagum ...
Guru Honorer Penjual Pil Koplo ditangkap Polisi
21 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampag.com - MD (31), seorang guru honorer di salah satu SMK di Kecamatan Woha terpaksa harus diringkus oleh polisi. MD merupakan warga Desa Samli, Kecamatan ...
Nama SBY Mencuat di Kasus E-KTP, Setya Novanto Terkejut
29 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novant mengaku bahwa dirinya terkejut atas munculnya nama Susilo Bambang Yudhono, presiden ke VI Indonesia dalam ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab