Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Akankah Prabowo Memilih Cawapresnya di Pilpres 2019 Dari PKS?

Akankah Prabowo Memilih Cawapresnya di Pilpres 2019 Dari PKS?

12 Juli 2018 | Dibaca : 586x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Politik adalah cara yang dilakukan oleh individu atau pun kelompok untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti halnya pencalonan pasangan capres dan cawapres 2019 yang saat ini tengah menjadi rebutan bagi para elit parpol. Bukan hanya di kubu Jokowi, tetapi di kubu Prabowo juga terjadi hal yang sama yakni tuntutan terhadap Prabowo dan Gerindra cawapresnya dipilih dari parpol pendukung, yang paling menuntut adalah PKS.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat menginginkan cawapres Prabowo diambil dari kader PKS. Bahkan PKS sempat mengancam akan keluar dari koalisi Pilpres 2019 jika Prabowo tidak memilih kader PKS untuk jadi cawapresnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengaku heran dengan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang hanya mengejar kekuasaan dan bukan kepentingan rakyat.

"Iya (mengejar kekuasaan), kekuasaan partainya, tidak mau ketinggalan pesta," ujar Desmond di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

"Ini kan kekuasaan menurut saya bukan kekuasaan dalam rangka kepentingan untuk rakyat, tapi kekuasaan bagaimana membesarkan partainya karena ingin berkuasa di dalam kekuasaan. Akhirnya ini kayak kekuasaan bagi rezeki kan," tambah Desmond.

Oleh karena itu, menurut Desmond koalisi Gerindra dan PKS bisa dibilang meragukan karena masih belum bertarung, tetapi koalisi sudah tidak kompak seperti ini.

Meski begitu, Desmond memaklumi kepentingan PKS tersebut yang mengharuskan cawapres Prabowo berasal dari kadernya. Ia pun menegaskan bahwa Pilpres itu bukan kepentingan pribadi tetapi kepentingan rakyat.

"Ya secara hubungan tetap harmonis, tapi ya kita juga paham kalau PKS resah, ya wajar-wajar juga. Semuanya kita maklum. Tapi bagi saya yang di lapangan berhadapan dengan pemilih ya agak khawatir. Mengapa? Kita belum fokus akan menang tapi udah rebutan. Kalau aku nggak dapat ini, nggak dukung, kan repot," katanya

Sebelumnya, anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengharapkan cawapres prabowo berasal dari kader partainya.

"Itu enggak bisa ditawar-tawar, cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini. Kalau kami mau disuruh dukung-dukung saja, mungkin kita lebih baik jalan masing-masing saja," tutur Tifatul di Senayan, Jakarta, Selasa (10/07/2018)

Meskipun begitu, kita tunggu saja siapa yang akan menjadi cawapres Prabowo saat mendaftar di KPU nantinya, dan melihat apakah PKS tetap mendukung Prabowo ketika seandainya cawapres tidak berasal kader partainya.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

11 Tips Belajar Nyetir Mobil yang Wajib Kamu Ketahui Bagi Pemula
31 Maret 2018, by oteli w
Belajar nyetir mobil merupakan satu hal yang sangat perlu kehati-hatian. Betapa tidak, jika tidak dapat mengendalikan dengan baik maka dapat membahayakan orang ...
Ingin Anak Puasa dengan Semangat? Ikuti Trik Berikut..
2 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Berpuasa saat bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim yang sudah baligh. Bagi orang dewasa, menjalani ibadah puasa sudah ...
Penyebab Meninggalnya dr Ryan Thamrin di usia 39 Tahun
4 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Dunia hiburan dan medis kembali kehilangan sosok inspiratif pada hari Jumat, 4 Agustus 2017. Kabar duka ini santer menghebohkan jagat maya ...
Pertama Kali di Dunia, Pria Ini Miliki Tulang Kering Hasil Cetakan 3D
9 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pria asal Brisbane, Australia, Reuben Lichter menjadi orang pertama di dunia sebagai pengguna tulang kering hasil tiruan 3D yang ...
Pelarian Narapidana dari Penjara Alcatraz Tetap Misterius Selama 55 tahun
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
11 Juni yang lalu menandai ulang tahun ke-55 pelarian tiga orang dari penjara Alcatraz yang konon 'tak bisa ditembus'. Penjara ini terletak di Teluk ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab