Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
berpikir

5 Langkah Berpikir Kritis

15 Mei 2017 | Dibaca : 4331x | Penulis : Fikri Faturrahman

Berita HOAX menyebar dimana-mana. Orang-orang lebih asik dengan debat kusir tanpa data dan fakta yang nyata. Perpecahan demi perpecahan terjadi sebab hanya nalar yang sudah tertutup oleh politik buta dan fanatisme semata. Orang-orang sudah mulai berpikir pragmatis, cepat tersulut emosi, dan enggan untuk berpikir dulu tentang apa yang diucapkannya. Walhasil, hari ini kita mulai memasuki masa dimana orang-orang sudah enggan untuk berpikir kritis. Tapi, disini berdasarkan beberapa bacaan saya ingin mencoba membagikan tentang 5 cara kita agar mampu berpikir secara kritis.

1. Gabungkan pertanyaan-pertanyaan yang ada
Jika hari ini kita sedang disibukkan dengan Pilkada, maka saya yakin banyak orang yang sudah punya pilihan tentang siapa pemimpin yang adak dipilihnya, pun tidak sedikit yang masih bingung dengan siapa pemimpin yang akan dipilihnya apalagi yang tidak memiliki keinginan untuk memilih karena itu pilihan. Bagi kita yang akan memilih seorang pemimpin, tentu banyak pertanyaan yang harus mulai diformulasikan. Pertanyaan itu seperti apa latar belakang pemimpin apakah terlahir dari akademisi, politisi, atau praktisi. Lalu pertanyaan tentang gagasan-gagasan apa yang kemudian disiapkan oleh para calon pasangan pemimpin daerah itu, apakah dahulu memiliki kasus yang belum selesai, dan masih banyak pertanyaan yang perlu untuk digabungkan, dikumpulkan sebagai bahan dalam mempertimbangkan keputusan.

2. Raihlah banyak informasi yang benar!
Saat kita sudah mulai menggabungkan pertanyaan, langkah selanjutnya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya baik dari masyarakat sekitar, ahli atau praktisi, dan sumber informasi lainnya. Semakin banyak informasi, akan semakin baik apalagi informasi yang diterima adalah informasi yang tidak hanya bersumber dari satu sudut pandang saja, semakin banyak semakin baik.Lallu kita bisa melakukan check and re-check kembali dari sumber-sumber yang terpercaya.

3. Terapkan informasi yang didapatkan
Saat sudah mendapatkan informasi yang benar, lalu terapkan informasi tersebut ke dalam pertanyaan-pertanyaan yag ada. Penerapan informasi ini akan berguna untuk menyesuaikan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang muncul sebelumnya. Sehingga, kita mulai mampu untuk berpikir lebih konkrit lagi. Penerapan informasi ini akan memberikan kemudahan kita saat ada orang yang bertanya kepada kita. Sehingga kita sudah siap data dan fakta, juga argumen pribadi atas data tersebut.

4. Pertimbangkan Dampaknya
Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada, kita mampu untuk mempertimbangkan dampaknya dengan melihat apa saja yang menjadi pertanyaan-jawaban dengan kondisi realitas yang ada. Hal ini menjadi penting karena sebagai bagian dari pengambilan keputusan dalam memilih. Setidaknya akan memberikan pencerahan saat kita mengetahui dampak-dampak apa saja yang akan muncul jika pemimpin A atau pemimpin B terpilih melihat program dan kebijakan yang akan diturunkannya berdasarkan pertanyaan-jawaban yang sudah kita terima dan verifikasi.

5. Eksplorasi sudut pandang yang lain
Setelah mengetahui informasi untuk menjawab pertanyaan lalu mengetahui dampaknya, kita perlu melihat sudut pandang yang lain untuk mempertajam daya berpikir yang lebih kritis lagi. Bahkan sudut pandang yang bersebrangan dengan pemikiran kita pun perlu untuk digali informasinya sebagai antitesis yang akan menghasilkan sintesis. Sehingga saat kita mengambil keputusan, kita sudah memiliki argumentasi yang kuat karena sudah mengambil beberapa referensi dari sudut pandang yang lain, hal ini pun akan pula meminimalisir gesekan pemikiran ataupun konflik antar ideologi.

5 Point ini mudah-mudahan memberikan pencerahan kepada kita bahwa berpikir kritisi itu perlu. Berpikir kritis perlu untuk menjadikan dasar dalam mengambil keputusan. Akan tetapi, karena nalar manusia itu terbatas, seyogyanya memang kebenaran manusia itu tidak hakiki. Kebenaran yang hakiki hanya dimiliki oleh Allah Swt. Oleh karena itu, berpikir kritis pun perlu dilandasi atas dasar Keillahian. Semoga bermanfaat :)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Gara-gara WIL.. Istri Donny Kesuma Minta Cerai
13 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Donny Kesuma dan sang istri Yuni Indriyanti telah merajut tali pernikahan selama 18 tahun. Mereka telah dikaruniai 3 orang anak. Bukan hal baru ...
Aplikasi Chatting Sekelas WhatsApp Berhasil diciptakan Gadis Asal Kebumen
20 November 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat banyak aplikasi bermunculan yang dapat mempermudah kita untuk mengirim pesan maupun melakukan ...
Melly Goeslaw Rela Pisah dengan Keluarga Demi Ikut Aksi Bela Palestina
18 Desember 2017, by Retno Indriyani
Kondisi Palestina yang semakin memprihatinkan membuat banyak orang prihatin dan menunjukkan dukungannya dengan melakukan aksi bela Palestina. Tak terkecuali ...
mapolda sumut
27 Juni 2017, by Zeal
Pihak kepolisian bergerak cepat untuk memburu pelaku penyerangan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) di hari Idul Fitri (25/6) lalu. Polda ...
Keanu Jabaar Massaid, Semakin Besar Makin Mirip Sang Papa Adjie Massaid
20 November 2017, by Rachmiamy
Mungkin diantara kalian masih ada yang ingat dengan nama Keanu Jabaar Massaid. Ya, dia adalah anak laki- laki Angelina Sondakh dan mendiang Adjie Massaid. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab