Tutup Iklan
hijab
  
login Register
berpikir

5 Langkah Berpikir Kritis

15 Mei 2017 | Dibaca : 5135x | Penulis : Fikri Faturrahman

Berita HOAX menyebar dimana-mana. Orang-orang lebih asik dengan debat kusir tanpa data dan fakta yang nyata. Perpecahan demi perpecahan terjadi sebab hanya nalar yang sudah tertutup oleh politik buta dan fanatisme semata. Orang-orang sudah mulai berpikir pragmatis, cepat tersulut emosi, dan enggan untuk berpikir dulu tentang apa yang diucapkannya. Walhasil, hari ini kita mulai memasuki masa dimana orang-orang sudah enggan untuk berpikir kritis. Tapi, disini berdasarkan beberapa bacaan saya ingin mencoba membagikan tentang 5 cara kita agar mampu berpikir secara kritis.

1. Gabungkan pertanyaan-pertanyaan yang ada
Jika hari ini kita sedang disibukkan dengan Pilkada, maka saya yakin banyak orang yang sudah punya pilihan tentang siapa pemimpin yang adak dipilihnya, pun tidak sedikit yang masih bingung dengan siapa pemimpin yang akan dipilihnya apalagi yang tidak memiliki keinginan untuk memilih karena itu pilihan. Bagi kita yang akan memilih seorang pemimpin, tentu banyak pertanyaan yang harus mulai diformulasikan. Pertanyaan itu seperti apa latar belakang pemimpin apakah terlahir dari akademisi, politisi, atau praktisi. Lalu pertanyaan tentang gagasan-gagasan apa yang kemudian disiapkan oleh para calon pasangan pemimpin daerah itu, apakah dahulu memiliki kasus yang belum selesai, dan masih banyak pertanyaan yang perlu untuk digabungkan, dikumpulkan sebagai bahan dalam mempertimbangkan keputusan.

2. Raihlah banyak informasi yang benar!
Saat kita sudah mulai menggabungkan pertanyaan, langkah selanjutnya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya baik dari masyarakat sekitar, ahli atau praktisi, dan sumber informasi lainnya. Semakin banyak informasi, akan semakin baik apalagi informasi yang diterima adalah informasi yang tidak hanya bersumber dari satu sudut pandang saja, semakin banyak semakin baik.Lallu kita bisa melakukan check and re-check kembali dari sumber-sumber yang terpercaya.

3. Terapkan informasi yang didapatkan
Saat sudah mendapatkan informasi yang benar, lalu terapkan informasi tersebut ke dalam pertanyaan-pertanyaan yag ada. Penerapan informasi ini akan berguna untuk menyesuaikan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang muncul sebelumnya. Sehingga, kita mulai mampu untuk berpikir lebih konkrit lagi. Penerapan informasi ini akan memberikan kemudahan kita saat ada orang yang bertanya kepada kita. Sehingga kita sudah siap data dan fakta, juga argumen pribadi atas data tersebut.

4. Pertimbangkan Dampaknya
Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada, kita mampu untuk mempertimbangkan dampaknya dengan melihat apa saja yang menjadi pertanyaan-jawaban dengan kondisi realitas yang ada. Hal ini menjadi penting karena sebagai bagian dari pengambilan keputusan dalam memilih. Setidaknya akan memberikan pencerahan saat kita mengetahui dampak-dampak apa saja yang akan muncul jika pemimpin A atau pemimpin B terpilih melihat program dan kebijakan yang akan diturunkannya berdasarkan pertanyaan-jawaban yang sudah kita terima dan verifikasi.

5. Eksplorasi sudut pandang yang lain
Setelah mengetahui informasi untuk menjawab pertanyaan lalu mengetahui dampaknya, kita perlu melihat sudut pandang yang lain untuk mempertajam daya berpikir yang lebih kritis lagi. Bahkan sudut pandang yang bersebrangan dengan pemikiran kita pun perlu untuk digali informasinya sebagai antitesis yang akan menghasilkan sintesis. Sehingga saat kita mengambil keputusan, kita sudah memiliki argumentasi yang kuat karena sudah mengambil beberapa referensi dari sudut pandang yang lain, hal ini pun akan pula meminimalisir gesekan pemikiran ataupun konflik antar ideologi.

5 Point ini mudah-mudahan memberikan pencerahan kepada kita bahwa berpikir kritisi itu perlu. Berpikir kritis perlu untuk menjadikan dasar dalam mengambil keputusan. Akan tetapi, karena nalar manusia itu terbatas, seyogyanya memang kebenaran manusia itu tidak hakiki. Kebenaran yang hakiki hanya dimiliki oleh Allah Swt. Oleh karena itu, berpikir kritis pun perlu dilandasi atas dasar Keillahian. Semoga bermanfaat :)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sebagai Pebisnis, Penting Untuk Anda Memiliki Tenggat Waktu Saat Berbisnis. Inilah Kelima Alasannya!
11 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya mencapai kesuksesan, para pebisnis sukses selalu membuat target dalam setiap hal yang ia lakukan. Hal tersebut tentu berguna ...
Pasangan Ganda Campuran Tontowi dan Liliyana tidak Turun di Hongkong Open Super Series 2017
22 November 2017, by Admin
Tampang.com - Sebanyak tiga wakil ganda campuran Pelatnas PBSI dipastikan turun pada Hong Kong Open Super Series 2017. Mereka adalah Praveen Jordan/Debby ...
Setya Novanto Ajukan Praperadilan, Ini Senjata KPK
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Terkait kasus e-KTP, Setya Novanto mengajukan praperadilan terhadap KPK karena status tersangkanya. Atas gugatan tersebut, KPK sudah menyiapkan senjata ...
Banyaknya Hoax dan Fitnah yang Menimpanya, SBY Deklarasikan Anti Hoax dan Fitnah
7 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Hoax atau berita bohong dan fitnah yang banyak menghiasi dunia maya, terutama pada saat Pilkada DKI, bikin nitizen saling curiga dan saling serang ...
saya pancasila
5 Desember 2017, by Tonton Taufik
NGAJAK BERANTEM ALLAH Oleh: Emha Ainun Nadjib Salah satu prestasi tingkat tinggi demokrasi dan freedom of speech yang dicapai oleh Indonesia era Now adalah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab