Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
'Berguru' Bisa dari Mana Saja

'Berguru' Bisa dari Mana Saja

12 Januari 2018 | Dibaca : 30x | Penulis : Dika Mustika

Ingatkah kalian ketika masih duduk di bangku sekolah? Ketika kita belum bisa membaca, bagaimana kita sampai akhirnya bisa membaca. Ketika kita belum bisa mengerjakan berbagai operasi hitung matematika, bagaimana akhirnya kita bisa, bahkan mungkin hingga akhirnya mahir! Kalau kta flachback lebih jauh lagi, bagaimana caranya kita hingga kemudian bisa berdiri, berjalan, hingga berlari? Perjalanan proses belajar dari tidak bisa, dari tidak tahu hingga tahu, dari tidak mahir hingga mahir disebut belajar. Jika kita lihat siapakah tokoh yang paling berpengaruh dalam proses belajar tersebut, tentu yang terpikir adalah guru!

 

Ternyata guru bukan hanya beliau yang disebut ibu atau bapak guru lho! Guru adalah ayah, ibu, kakek, nenek, om, tante, teman, bahkan orang asing sekalipun! Seperti pengalamanku kemarin pagi. Seperti biasa, sebagai pengguna layanan ojek, hampir setiap hari aku belajar sesuatu dari para driver yang mengantar atau menjemputku. Dari perbincanganku dengan driver itu, aku jadi belajar untuk percaya kekuatan doa dan harapan. Ia menceritakan bahwa cukup banyak orang yang hampir saja mematahkan keinginanya untuk menjadi driver ojeg. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh teman-temannya, agar ia mengurungkan niatnya. Mulai dari alasan sekarang bisnis ojeg semakin sepi, nanti akan kehujanan, kepanasan, dan tarifnya kecil!  Sang driver tetap percaya bahwa ia pasti bisa dan meng-ignore ucapan teman-teman yang justru mematahkan semanganya. Dan dengan keyakinannya, ia bisa membuktikan jika ucapan teman-temannya tidak terbukti. Dari obrolan tersebut, aku mendapatkan ‘ilmu baru tentang keyakinan dan kekuatan doa.

 

Selain berupa tokoh, guru juga bisa berdasarkan pengalaman. Pengalamanmu, pengalamannya, pengalaman siapapun. Ada pepatah yang menyatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Dengan pernah gagal, kita bisa tahu perbaikan apa yang bisa dilakukan agar kualitas hidup kita meningkat.

 

Ketika bayi kita belajar merangkak, duduk. Gurulah yang berperan dalam membuat akhirnya anak bisa melakukan banyak ini dan itu. Guru itulah orangtua. Di bangku sekolah diajarkan berbagai pelajaran. Setiap jenjang kelas memiliki targetnya tersendiri, mulai dari TK, SD, SMP, SMA. Jika kelak kita sudah lulus bahkan hingga jenjang universitas, apakah itu berarti kita berhenti belajar?

 

Guru bisa berupa guru yang sungguhan, bisa berupa pengalaman, dan juga  guru bukan hanya ada dalam bentuk fisik tokoh. Ia pun bisa muncul di mana pun dan kapanpun. Ia bisa muncul dalam bentuk pengalaman. Pekalah ketika suatu saat ‘gurumu’ muncul, agar segala yang kau jalani bisa bermanfaat dan bermakna.

 

 

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

david beckham goal
9 Oktober 2017, by Rachmiamy
Mendengar nama David Beckham pasti langsung teringat dengan salah satu klub raksasa Liga Inggris Manchester United. Manchester United adalah klub yang paling ...
Asal Genus Manusia Mungkin telah Terjadi Secara Kebetulan
19 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Tampang.com - Sebuah klaim yang sering dikutip bahwa manusia, yang lebih pintar dan lebih berteknologi maju daripada nenek moyang mereka, yang berasal sebagai ...
kios BBM pertamina
23 Juni 2017, by Tonton Taufik
Pertamina dalam menghadapi lebaran tahun 2017, sudah mempersiapkan 50 kios BBM di sepanjang tol, mulai dari Jakarta. Hal ini dilakukan, menghindari kejadian ...
Main Game Tanpa Henti, Gadis Ini Alami Kebutaan
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Di era milenial ini, kehidupan remaja tak lepas dari gadget. Entah itu untuk berkomunikasi dengan teman-teman, untuk belajar dan mengerjakan tugas, untuk ...
Agar Nasi Goreng Jadi Makanan Sehat, Gunakan Minyak Jagung
30 November 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Institut Pertanian Bogor dari jurusan Teknologi Pangan menemukan bahwa memasak nasi goreng dengan menggunakan minyak jagung dapat menurunkan risiko ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih