Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
'Berguru' Bisa dari Mana Saja

'Berguru' Bisa dari Mana Saja

12 Januari 2018 | Dibaca : 218x | Penulis : Dika Mustika

Ingatkah kalian ketika masih duduk di bangku sekolah? Ketika kita belum bisa membaca, bagaimana kita sampai akhirnya bisa membaca. Ketika kita belum bisa mengerjakan berbagai operasi hitung matematika, bagaimana akhirnya kita bisa, bahkan mungkin hingga akhirnya mahir! Kalau kta flachback lebih jauh lagi, bagaimana caranya kita hingga kemudian bisa berdiri, berjalan, hingga berlari? Perjalanan proses belajar dari tidak bisa, dari tidak tahu hingga tahu, dari tidak mahir hingga mahir disebut belajar. Jika kita lihat siapakah tokoh yang paling berpengaruh dalam proses belajar tersebut, tentu yang terpikir adalah guru!

 

Ternyata guru bukan hanya beliau yang disebut ibu atau bapak guru lho! Guru adalah ayah, ibu, kakek, nenek, om, tante, teman, bahkan orang asing sekalipun! Seperti pengalamanku kemarin pagi. Seperti biasa, sebagai pengguna layanan ojek, hampir setiap hari aku belajar sesuatu dari para driver yang mengantar atau menjemputku. Dari perbincanganku dengan driver itu, aku jadi belajar untuk percaya kekuatan doa dan harapan. Ia menceritakan bahwa cukup banyak orang yang hampir saja mematahkan keinginanya untuk menjadi driver ojeg. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh teman-temannya, agar ia mengurungkan niatnya. Mulai dari alasan sekarang bisnis ojeg semakin sepi, nanti akan kehujanan, kepanasan, dan tarifnya kecil!  Sang driver tetap percaya bahwa ia pasti bisa dan meng-ignore ucapan teman-teman yang justru mematahkan semanganya. Dan dengan keyakinannya, ia bisa membuktikan jika ucapan teman-temannya tidak terbukti. Dari obrolan tersebut, aku mendapatkan ‘ilmu baru tentang keyakinan dan kekuatan doa.

 

Selain berupa tokoh, guru juga bisa berdasarkan pengalaman. Pengalamanmu, pengalamannya, pengalaman siapapun. Ada pepatah yang menyatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Dengan pernah gagal, kita bisa tahu perbaikan apa yang bisa dilakukan agar kualitas hidup kita meningkat.

 

Ketika bayi kita belajar merangkak, duduk. Gurulah yang berperan dalam membuat akhirnya anak bisa melakukan banyak ini dan itu. Guru itulah orangtua. Di bangku sekolah diajarkan berbagai pelajaran. Setiap jenjang kelas memiliki targetnya tersendiri, mulai dari TK, SD, SMP, SMA. Jika kelak kita sudah lulus bahkan hingga jenjang universitas, apakah itu berarti kita berhenti belajar?

 

Guru bisa berupa guru yang sungguhan, bisa berupa pengalaman, dan juga  guru bukan hanya ada dalam bentuk fisik tokoh. Ia pun bisa muncul di mana pun dan kapanpun. Ia bisa muncul dalam bentuk pengalaman. Pekalah ketika suatu saat ‘gurumu’ muncul, agar segala yang kau jalani bisa bermanfaat dan bermakna.

 

 

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Penjelasan Anies Baswedan Soal Penyegelan Pulau Reklamasi
11 Juni 2018, by oteli w
Penjelasan Anies Baswedan Soal Penyegelan Pulau Reklamasi Salah satu janji kampanye Anies Baswedan adalah soal penghentian proyek pulau ...
Kondisi Edison Wardhana sang Stuntman Demian Membaik
4 Desember 2017, by Rachmiamy
Seperti yang sudah kita ketahui, aksi sulap Demian yang bertajuk " The Death drop " di salah satu ajang awards bergengsi di salah satu stasiun ...
Muhammad Zohri Ditawarkan Menjadi TNI
14 Juli 2018, by oteli w
Muhammad Zohri Ditawarkan Menjadi TNI Nama Muhaamd Zohri seakan tidak ada habisnya dibahas di dunia maya setelah menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik U20 ...
banyu leisure
5 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Bandung memang terkenal dengan tempat hang out yang nyaman dan bikin betah. Mulai dari daerah atas sampai ke perkotaannya, banyak tempat hangout berupa cafe, ...
Pesona Wisata Lombok Menarik Turis Mancanegara Asal Korea Selatan
20 November 2017, by Admin
Tampang.com - Nama Indonesia makin populer di mata turis Korea Selatan. Duta Besar Indonesia untuk Korsel Umar Hadi mengatakan, Lombok menjadi destinasi wisata ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite