Tutup Iklan
hijab
  
login Register
'Berguru' Bisa dari Mana Saja

'Berguru' Bisa dari Mana Saja

12 Januari 2018 | Dibaca : 265x | Penulis : Dika Mustika

Ingatkah kalian ketika masih duduk di bangku sekolah? Ketika kita belum bisa membaca, bagaimana kita sampai akhirnya bisa membaca. Ketika kita belum bisa mengerjakan berbagai operasi hitung matematika, bagaimana akhirnya kita bisa, bahkan mungkin hingga akhirnya mahir! Kalau kta flachback lebih jauh lagi, bagaimana caranya kita hingga kemudian bisa berdiri, berjalan, hingga berlari? Perjalanan proses belajar dari tidak bisa, dari tidak tahu hingga tahu, dari tidak mahir hingga mahir disebut belajar. Jika kita lihat siapakah tokoh yang paling berpengaruh dalam proses belajar tersebut, tentu yang terpikir adalah guru!

 

Ternyata guru bukan hanya beliau yang disebut ibu atau bapak guru lho! Guru adalah ayah, ibu, kakek, nenek, om, tante, teman, bahkan orang asing sekalipun! Seperti pengalamanku kemarin pagi. Seperti biasa, sebagai pengguna layanan ojek, hampir setiap hari aku belajar sesuatu dari para driver yang mengantar atau menjemputku. Dari perbincanganku dengan driver itu, aku jadi belajar untuk percaya kekuatan doa dan harapan. Ia menceritakan bahwa cukup banyak orang yang hampir saja mematahkan keinginanya untuk menjadi driver ojeg. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh teman-temannya, agar ia mengurungkan niatnya. Mulai dari alasan sekarang bisnis ojeg semakin sepi, nanti akan kehujanan, kepanasan, dan tarifnya kecil!  Sang driver tetap percaya bahwa ia pasti bisa dan meng-ignore ucapan teman-teman yang justru mematahkan semanganya. Dan dengan keyakinannya, ia bisa membuktikan jika ucapan teman-temannya tidak terbukti. Dari obrolan tersebut, aku mendapatkan ‘ilmu baru tentang keyakinan dan kekuatan doa.

 

Selain berupa tokoh, guru juga bisa berdasarkan pengalaman. Pengalamanmu, pengalamannya, pengalaman siapapun. Ada pepatah yang menyatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Dengan pernah gagal, kita bisa tahu perbaikan apa yang bisa dilakukan agar kualitas hidup kita meningkat.

 

Ketika bayi kita belajar merangkak, duduk. Gurulah yang berperan dalam membuat akhirnya anak bisa melakukan banyak ini dan itu. Guru itulah orangtua. Di bangku sekolah diajarkan berbagai pelajaran. Setiap jenjang kelas memiliki targetnya tersendiri, mulai dari TK, SD, SMP, SMA. Jika kelak kita sudah lulus bahkan hingga jenjang universitas, apakah itu berarti kita berhenti belajar?

 

Guru bisa berupa guru yang sungguhan, bisa berupa pengalaman, dan juga  guru bukan hanya ada dalam bentuk fisik tokoh. Ia pun bisa muncul di mana pun dan kapanpun. Ia bisa muncul dalam bentuk pengalaman. Pekalah ketika suatu saat ‘gurumu’ muncul, agar segala yang kau jalani bisa bermanfaat dan bermakna.

 

 

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Atasi Stress Anda Dengan Cara Berikut
31 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Banyaknya tugas yang harus dikerjakan setiap hari di kantor maupun di rumah membuat seseorang harus berpikir keras dan bekerja keras untuk segera ...
Vendor Online di China Menyerang Wanita untuk Keluhan
9 Januari 2018, by Slesta
Pelanggannya tidak selalu benar, setidaknya menurut satu vendor shopping mall online di China, yang melakukan perjalanan siang dan malam untuk mengalahkan ...
Walikota Pontianak Buka Kejuaraan Futsal Championship 2017 Antar Pelajar
22 November 2017, by Admin
Tampang.com -. Sebanyak 48 tim dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan umum mengikuti kejuaraan Futsal Championship 2017 di Gedung Olahraga (GOR) ...
IA ITB
21 Oktober 2017, by Risa Suadiani
Ridwan Djamaluddin mengoreksi soal pernyataan Muslim Armas tentang kajian reklamasi Teluk Jakarta. Ridwan mengaku tidak begitu mengenal Muslim ...
Kasih Sayang Orangtua Memiliki Manfaat Hebat untuk Masa Depan Anak
6 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Orangtua yang tidak segan mengungkapkan kasih sayang untuk anaknya seperti memberikan pelukan, kecupan hangat dna juga belaian faktanya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab