Lebih jauh, Radio Publik Colorado sempat menerima email yang mengkonfirmasi bahwa charging station yang berlokasi di Denver Federal Center juga akan ditutup. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintahan Trump untuk mendukung kebijakan yang lebih pro-energi fosil, sekaligus mengekang perkembangan infrastruktur energi terbarukan.
Dalam konteks yang lebih luas, pemerintahan Trump juga telah memangkas beberapa lembaga pemerintahan dengan tujuan efisiensi, langkah ini diambil seiring dengan kepemimpinan Elon Musk, yang dikenal dengan pendiriannya yang kontroversial tentang energi dan lingkungan. Trump dan Musk, meski memiliki pandangan berbeda, tampaknya memiliki kesamaan tujuan dalam mengurangi ketergantungan terhadap investasi dan dukungan terhadap energi berkelanjutan, yang menurut mereka dapat memicu perlambatan dalam industri energi konvensional.
Keputusan untuk menutup fasilitas pengisian daya menunjukan prioritas baru yang diusung oleh pemerintah saat ini, di mana dukungan untuk kendaraan listrik dan infrastruktur terkait mulai merosot. Ini merupakan dorongan yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan otomotif tradisional dan industri energi fosil untuk mengambil kembali ruang yang mereka anggap sebagai ancaman dari pertumbuhan kendaraan listrik.
Industri kendaraan listrik harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan tempatnya di pasar, terutama bila dukungan pemerintah semakin minim. Ini berlaku secara global, mengingat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan telah menjadi salah satu agenda penting di banyak negara lain di seluruh dunia. Namun, pergeseran kebijakan di AS berpotensi memberikan dampak lanjutan yang lebih luas bagi investasi dan inovasi dalam sektor otomotif dan energi berkelanjutan.