Keberadaan Starlink di ruang angkasa dianggap sebagai ancaman oleh pihak Beijing. Sebagai respons, pemerintah China telah melakukan investasi besar-besaran untuk mendukung para pesaingnya. Mereka juga aktif dalam penelitian militer untuk mengembangkan teknologi yang dapat melacak konstelasi satelit, termasuk yang dimiliki oleh Starlink. Dalam hal ini, SpaceSail berupaya menjadi pemimpin dalam industri internet satelit, dengan sejumlah rencana ambisius ke depan.
Meskipun SpaceSail telah mulai melakukan ekspansi, mereka enggan memberi komentar mengenai rencana lebih lanjut terkait ekspansi tersebut. Di sisi lain, media yang dikendalikan oleh regulator telekomunikasi China memberikan pujian terhadap SpaceSail. Mereka menggambarkan perusahaan ini sebagai entitas yang mampu menembus batas-batas negara dan memperluas cakupan layanan mereka tanpa batas, sebuah kemampuan strategis yang ingin dikuasai oleh pemerintah China.
Di level internasional, SpaceSail bukanlah satu-satunya kompetitor Elon Musk di dunia internet satelit. Keberadaan perusahaan seperti Kuiper dan Telesat juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam industri ini. Namun, hanya sedikit dari mereka yang memiliki ambisi yang sama besar seperti SpaceSail. Dengan kemampuan untuk mendukung layanan di berbagai negara, SpaceSail memang terlihat lebih agresif dalam meraih pangsa pasar internet satelit.
Berdasarkan pengumuman resmi, SpaceSail telah menetapkan rencana untuk meluncurkan total 648 satelit LEO pada tahun ini. Ambisi perusahaan tidak berhenti di situ, mereka juga berencana meluncurkan 15.000 satelit tambahan pada tahun 2030 mendatang. Sementara itu, Starlink dengan ambisi dan keberhasilan yang sudah ada, memiliki target untuk mengoperasikan 42.000 satelit pada akhir dekade ini. Dengan jumlah satelit yang terus bertambah, persaingan di ruang angkasa dipastikan akan semakin ketat.