Revolusi kedua adalah penggunaan perangkat audio profesional, bukan semacam home audio atau car audio. Perangkat audio profesional dirancang untuk kebutuhan siaran langsung, memiliki headroom yang memadai, kestabilan kerja yang tinggi, serta fitur pengolahan sinyal yang memungkinkan kontrol suara secara presisi dan konsisten di ruang masjid yang besar. Berbeda dengan audio rumahan atau car audio yang berorientasi pada reproduksi musik atau playback, audio profesional ditujukan untuk memperkuat percakapan dan suara manusia secara langsung, akurat, dan aman dari gangguan seperti feedback.
Revolusi ketiga adalah penempatan dan pengarahan loudspeaker secara tepat. Pengeras suara tidak ditempatkan sekadar agar terlihat rapi atau mengikuti estetika visual, melainkan harus diposisikan pada titik-titik yang paling efektif untuk mendistribusikan suara percakapan secara merata ke seluruh ruang masjid. Arah loudspeaker harus dikendalikan agar energi suara fokus ke jamaah, bukan memantul berlebihan ke dinding atau kubah. Untuk imam dan khatib, penggunaan monitor loudspeaker menjadi penting agar mereka dapat mendengar dan mengontrol suaranya sendiri tanpa harus memaksakan volume.
Revolusi keempat adalah penataan dan pengaturan sound system yang mengikuti standar masjid sebagai ruang percakapan atau ruang ujar. Pengaturan suara tidak lagi bertumpu pada pendengaran semata atau selera personal, melainkan mengacu pada standar teknis yang sesuai dengan fungsi masjid sebagai ruang komunikasi verbal. Alat ukur digunakan untuk mendeteksi kondisi akustik dan performa sistem secara lebih presisi dan objektif, sehingga hasil penataan dapat dipertanggungjawabkan dan konsisten bagi seluruh jamaah.
Sound System Masjid dan Masa Depan Dakwah
Di era modern, sound system masjid bukan lagi sekadar urusan teknis. Ia berkaitan langsung dengan kualitas dakwah, kenyamanan jamaah, dan citra masjid sebagai pusat peradaban umat. Penataan suara yang baik membantu menghadirkan suasana khusyuk, memperkuat pesan keagamaan, dan menjaga marwah masjid sebagai ruang bersama.
Melalui pengalaman dan gagasan yang terus ia suarakan, Kang Eep menempatkan sound system masjid bukan sekadar sebagai alat pengeras suara, melainkan jembatan antara pesan dakwah dan hati jamaah.
Catatan:
Eep S. Maqdir dapat dihubungi di nomor WA: 0813-3010-3010