Dengan adanya wacana ini, tidak hanya memunculkan potensi koalisi politik yang menarik, tetapi juga menjadi perhatian bagi warga Jakarta untuk meraih pemimpin yang dianggap dapat mendukung kebutuhan mereka. Wacana Anies-Zaki sebagai duet dalam Pilkada 2024 menciptakan antusiasme dan harapan baru di kalangan masyarakat. Dengan dukungan solid dari pihak-pihak terkait, peluang Anies Baswedan kembali bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 tampak semakin berkembang.
Hal ini menunjukkan bahwa dinamika politik di Jakarta semakin menarik, dengan partai politik seperti Golkar pun menyambut wacana tersebut dengan sikap terbuka. Kemungkinan koalisi antara Anies-Zaki dengan Golkar pun menjadi semakin dicermati, dan hal ini dapat memberikan dampak signifikan pada arah politik yang akan diambil dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2024. Seperti yang diungkapkan Basri Baco, keputusan koalisi ini akan diserahkan sepenuhnya kepada DPP Golkar, yang diharapkan dapat memberikan persetujuan yang positif mengingat harapan dan antusiasme yang berkembang di kalangan masyarakat.
Sehingga, wacana duet antara Anies-Zaki tidak hanya menjadi perbincangan politik semata, tetapi juga menandai proses demokrasi yang semakin hidup dan dinamis di Jakarta. Dukungan dari berbagai pihak, baik dari partai politik maupun masyarakat, menunjukkan aspirasi dan harapan yang tumbuh terhadap pemimpin yang dianggap lebih mampu menjawab kebutuhan warga Jakarta. Ini menunjukkan bahwa Jakarta membutuhkan pemimpin yang dianggap memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan kota dan dapat memberikan solusi yang diharapkan oleh masyarakat.
Ketika sebuah wacana politik memunculkan antusiasme masyarakat, ini juga dapat menggambarkan bagaimana keterbukaan dari pihak-pihak terkait dalam menerima berbagai harapan dan aspirasi yang berkembang. Hal ini memberikan kesan bahwa proses politik bukan semata menyangkut kepentingan-kepentingan elit politik, tetapi juga menjadi cermin dari keinginan dan harapan masyarakat Jakarta. Dengan begitu, wacana duet Anies-Zaki ini bukan hanya sekedar perbincangan politik biasa, melainkan juga menjadi bentuk harapan atas arah politik yang akan diambil untuk masa depan Jakarta yang lebih baik.
Dalam hal ini, bukan hanya Anies dan Zaki yang harus mempertimbangkan masak-masak dukungan dan aspirasi masyarakat, tetapi juga partai politik seperti Golkar. Keterbukaan untuk membuka peluang koalisi serta menerima dukungan dari berbagai pihak akan menjadi langkah awal yang baik dalam menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2024. Dukungan dari berbagai lapisan masyarakat seperti JRMK juga menunjukkan bahwa harapan akan kepemimpinan Anies kembali memuncak, sehingga hal ini dapat menjadi pendorong bagi partai politik untuk lebih terbuka pada wacana dan aspirasi kebutuhan masyarakat.