Revolusi Iran juga memicu perubahan dalam geopolitik regional. Sebelumnya, Iran adalah sekutu kuat Amerika Serikat di kawasan tersebut. Namun, setelah revolusi, hubungan antara Iran dan AS memburuk secara signifikan. Krisis penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Tehran dan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok militan anti-Amerika lainnya menjadi sumber ketegangan yang berkelanjutan antara kedua negara.
Dalam kawasan Timur Tengah, Revolusi Iran juga mempengaruhi dinamika kekuasaan. Ketegangan antara Iran dan Irak akhirnya memicu Perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun dan menjadi konflik terbesar dalam sejarah modern Timur Tengah. Konflik ini memiliki dampak yang luas dalam kawasan tersebut, termasuk terhadap pasokan minyak dunia dan stabilitas politik.
Revolusi Iran juga mempengaruhi politik domestik di negara-negara tetangga, terutama di negara-negara mayoritas Sunni yang khawatir tentang potensi pengaruh Iran yang meningkat. Hal ini terutama terjadi di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang mengambil langkah-langkah untuk menyaring pengaruh politik dan agama Iran di kawasan tersebut.