Tampang

PKS dan “Janji yang Tercederai”: Mengapa Keputusan Terkait Anies Baswedan Bisa Memicu Turunnya Suara PKS di 2024

21 Jan 2026 07:19 wib. 32
0 0
Anies PKS

Simfoni Kekalahan: Depok dan Basis Suara yang Terseret

Depok sering disebut sebagai salah satu basis kuat PKS selama puluhan tahun terakhir. Ketika dominasi itu runtuh dalam Pilkada terakhir, banyak analis politik lokal melihatnya bukan karena isu lokal semata, tetapi sebagai indikator gelombang kekecewaan terhadap PKS. Ini bukan argumen kosong: secara faktual, kemenangan suara yang sebelumnya solid berubah arah ketika pemilih merasa aspirasi mereka tidak lagi sama dengan arah partai.

Kekalahan di Depok ini, meskipun terjadi secara lokal, memunculkan narasi yang kuat: ketika partai dianggap melanggar “janji politik” — dalam hal ini konsistensi dukungan terhadap figur populer seperti Anies — maka konsekuensinya adalah erosi basis suara tradisional.

PKS di Kancah Nasional: 2019 vs 2024

Data suara nasional menunjukkan tren yang menarik dan juga dapat menjadi sinyal peringatan.

  • Pada Pemilu 2019, PKS memperoleh sekitar 8,21% suara sah nasional dalam perolehan suara legislatif.
  • Dalam Pemilu 2024, PKS berada sekitar 8,42% suara nasional—sebuah kenaikan kecil namun tetap di kisaran yang relatif stagnan.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa PKS masih mempertahankan suara nasional pada level stabil, tetapi tidak mampu melonjak signifikan, meskipun mereka menargetkan angka besar sebelum pemilu sebelumnya.

Apakah stagnasi ini berbahaya? Dalam sistem electoral kompetitif seperti Indonesia, jawaban singkatnya adalah iya — partai yang stagnan cenderung kehilangan relevansi dibanding pesaing yang terus berkembang, apalagi jika kehilangan momentum figur sentral yang berpotensi memikat suara.

Ancaman 2029: Ketika Pemilih “Tak Terikat” Beralih Arah

Skenario 2029 semakin nyata jika PKS kehilangan jalur pemilih potensial yang selama ini tertarik melalui hubungan dengan figur seperti Anies. Ini bukan spekulasi kosong: pemilih modern menjadi lebih rasional, tetapi juga lebih mudah kecewa ketika ekspektasi tidak terpenuhi. Ketidakpastian politik di 2029 bisa membuat sebagian pemilih semula condong ke PKS mencari alternatif lain—entah itu partai lain, figur independen, atau bahkan golput.

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?