Mengapa Sering Terjadi Salah Kaprah?
Salah kaprah ini sering terjadi karena beberapa alasan. Pertama, beberapa gejala seperti mual dan sakit perut bisa muncul pada kedua kondisi. Kedua, kurangnya edukasi publik tentang perbedaan mendasar antara respons imun dan respons pencernaan. Ketiga, istilah "alergi" sering digunakan secara longgar oleh masyarakat untuk menggambarkan reaksi negatif apa pun terhadap makanan, padahal sebenarnya itu adalah intoleransi. Contohnya, seseorang mungkin berkata "alergi susu" padahal yang dimaksud adalah intoleransi laktosa.
Mengetahui perbedaan ini adalah langkah pertama yang kuat. Jika seseorang mengalami reaksi yang parah seperti sesak napas setelah makan, itu adalah kondisi darurat dan harus segera mendapat bantuan medis, bukan hanya dianggap sebagai sakit perut biasa. Sebaliknya, jika gejalanya hanya kembung atau gas, mungkin itu hanya intoleransi yang bisa dikelola dengan membatasi konsumsi.