Tampang

Perbedaan Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

28 Agu 2025 14:41 wib. 27
0 0
Alergi
Sumber foto: Canva

Gejala dan Tingkat Bahaya yang Berbeda

Gejala alergi makanan bisa sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga mengancam nyawa. Gejala ringan meliputi gatal-gatal, ruam merah (biduran), bengkak pada bibir, lidah, atau tenggorokan, dan sensasi gatal pada mulut. Gejala yang lebih parah bisa berupa kesulitan bernapas, mengi, pusing, hingga penurunan tekanan darah secara drastis yang dikenal sebagai anafilaksis. Kondisi anafilaksis ini adalah keadaan darurat medis yang bisa fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Makanan pemicu alergi yang umum termasuk kacang-kacangan, susu sapi, telur, gandum, kedelai, dan seafood.

Sementara itu, gejala intoleransi makanan umumnya terbatas pada masalah pencernaan. Paling sering, gejala yang muncul adalah kembung, diare, sembelit, gas berlebihan, dan mual. Gejala-gejala ini memang sangat tidak nyaman, tetapi tidak mengancam jiwa. Intoleransi tidak akan menyebabkan anafilaksis, ruam, atau masalah pernapasan. Makanan yang sering memicu intoleransi meliputi laktosa (susu), gluten (gandum, jelai), kafein, dan zat tambahan makanan tertentu.

Diagnosis dan Penanganan yang Berbeda

Mendapatkan diagnosis yang tepat adalah kunci untuk mengelola kondisi ini. Untuk alergi makanan, dokter biasanya akan melakukan tes kulit (skin prick test) atau tes darah untuk mencari antibodi IgE yang spesifik terhadap makanan tertentu. Setelah alergi terkonfirmasi, penanganan utamanya adalah menghindari makanan pemicu sepenuhnya. Bagi penderita alergi berat yang berisiko anafilaksis, membawa epinephrine auto-injector (seperti EpiPen) sangat dianjurkan untuk berjaga-jaga jika terjadi reaksi darurat.

Sebaliknya, mendiagnosis intoleransi makanan seringkali lebih sulit karena tidak ada tes tunggal yang definitif. Dokter atau ahli gizi biasanya akan menyarankan diet eliminasi; yaitu mengeliminasi makanan yang dicurigai dari diet selama beberapa waktu, kemudian memperkenalkannya kembali sedikit demi sedikit untuk melihat reaksi tubuh. Penanganan intoleransi juga tidak harus menghindari makanan sepenuhnya; beberapa orang dengan intoleransi ringan masih bisa mengonsumsi makanan pemicu dalam jumlah kecil tanpa gejala yang parah.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Sejarah Badminton
0 Suka, 0 Komentar, 15 Mar 2024

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?