Pada fase ini, mereka juga mulai memahami konsep seperti keinginan dan batasan, yang bisa menimbulkan frustrasi. Mereka ingin sesuatu, tapi belum bisa mendapatkannya. Mereka ingin pergi ke suatu tempat, tapi belum bisa berjalan. Tangisan adalah luapan dari frustrasi ini. Memahami bahwa ini adalah bagian normal dari proses perkembangan bisa membantu orang tua lebih sabar dan empatik.
Tips Menghadapi Tangisan Tanpa Alasan
Menghadapi tangisan yang tidak diketahui sebabnya memang melelahkan, tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Tetap Tenang: Emosi orang tua bisa menular. Jika kita panik atau frustrasi, anak akan merasakannya.
- Lakukan Pemeriksaan Cepat: Pastikan tidak ada penyebab fisik yang jelas (popok, lapar, sakit).
- Beri Sentuhan Menenangkan: Pelukan, usapan lembut, atau sekadar memegangnya bisa memberikan rasa aman yang ia butuhkan.
- Alihkan Perhatian: Tawarkan mainan, ajak melihat pemandangan di luar jendela, atau nyanyikan lagu.
- Biarkan Mereka "Melepaskan": Kadang, mereka hanya butuh waktu untuk menangis dan melepaskan emosinya. Mendampingi dengan tenang tanpa menghakimi bisa sangat membantu.