Kemudian, ada juga rasa tidak nyaman yang mungkin tidak bisa mereka tunjukkan. Bisa jadi perut mereka kembung atau ada gas yang membuat tidak nyaman, atau mereka merasa terlalu panas atau terlalu dingin. Bahkan, sensasi kecil seperti gatal pada kulit atau posisi yang tidak enak saat duduk pun bisa memicu tangisan. Karena kosakata mereka terbatas, mereka tidak bisa bilang, "Saya tidak nyaman karena gatal." Mereka hanya bisa menangis.
Mencari Perhatian dan Keterikatan
Manusia, termasuk anak-anak, adalah makhluk sosial yang membutuhkan perhatian dan keterikatan. Terkadang, anak kecil menangis hanya karena mereka merindukan kehadiran atau sentuhan orang tua. Bisa jadi, mereka merasa diabaikan saat orang tua terlalu sibuk, meski hanya sesaat. Tangisan adalah cara efektif untuk memanggil kembali perhatian yang mereka butuhkan.
Tangisan ini bukan manipulasi, melainkan kebutuhan alami akan rasa aman dan kelekatan. Mereka butuh jaminan bahwa ada orang yang akan datang saat mereka memanggil. Merespons tangisan mereka dengan kehadiran fisik, pelukan, atau sekadar suara yang menenangkan, adalah cara kita memberi tahu mereka bahwa mereka penting dan tidak sendirian. Memberikan respons cepat tidak akan "memanjakan" mereka, tapi justru membangun rasa aman dan percaya diri.
Tahap Perkembangan dan Lonjakan Pertumbuhan
Anak kecil mengalami lonjakan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, baik fisik maupun mental. Setiap kali mereka mempelajari keterampilan baru, seperti merangkak, berjalan, atau berbicara, otak mereka bekerja ekstra keras. Proses ini bisa sangat melelahkan dan membuat mereka merasa tidak stabil atau bingung. Tangisan bisa jadi respons terhadap stres dari lonjakan perkembangan ini.