Fenomena Astronomi yang Mengubah Waktu di Bumi
Pernahkah Anda membayangkan jika sehari di Bumi tidak lagi 24 jam, melainkan lebih panjang? Ternyata, fenomena ini bukan sekadar teori fiksi ilmiah, tetapi sebuah kenyataan ilmiah yang perlahan terjadi akibat pergerakan Bulan. Para ilmuwan telah menemukan bahwa satelit alami Bumi ini semakin menjauh, menyebabkan perubahan pada durasi rotasi planet kita.
Bulan Menjauh: Fenomena yang Nyata
Selama ini, kita mengenal satu hari di Bumi berlangsung selama 24 jam. Namun, dalam beberapa ratus juta tahun ke depan, durasi ini diprediksi akan bertambah. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, Bulan bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,82 cm per tahun. Meski tampak kecil, dampak dari pergerakan ini cukup signifikan dalam skala waktu geologi.
Para peneliti dari University of Wisconsin-Madison telah melakukan studi terhadap formasi batuan yang berusia sekitar 90 juta tahun untuk memahami hubungan antara Bumi dan Bulan pada masa lalu. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa 1,4 miliar tahun yang lalu, satu hari di Bumi jauh lebih singkat dibandingkan sekarang. Dengan laju pergeseran Bulan yang terus berlangsung, dalam 200 juta tahun ke depan, satu hari di Bumi diperkirakan akan bertambah menjadi 25 jam.
Mengapa Bulan Menjauh dari Bumi?
Pergerakan Bulan menjauh dari Bumi terjadi karena interaksi gravitasi antara kedua benda langit ini. Gaya pasang surut yang dihasilkan oleh tarikan gravitasi Bulan terhadap lautan Bumi menciptakan gesekan yang menyebabkan transfer energi. Efeknya, rotasi Bumi melambat secara perlahan, sementara Bulan mendapatkan energi tambahan yang mendorongnya menjauh.
Fenomena ini merupakan bagian dari proses alami yang telah terjadi selama miliaran tahun. Para ilmuwan meyakini bahwa pada awal terbentuknya, Bulan berada jauh lebih dekat dengan Bumi dibandingkan sekarang. Dengan kata lain, kita sedang menyaksikan proses evolusi hubungan Bumi-Bulan dalam skala waktu yang sangat panjang.