Tampang

Apa Itu Cognitive Dissonance dalam Psikologi Sosial?

28 Agu 2025 14:02 wib. 59
0 0
Kognitif
Sumber foto: Canva

Pernah merasa tidak nyaman atau gelisah setelah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan kita? Atau mungkin kita mencoba meyakinkan diri bahwa sebuah keputusan buruk sebenarnya adalah pilihan yang tepat? ini bukan sekadar perasaan aneh, melainkan sebuah konsep penting dalam psikologi sosial yang dikenal sebagai disonansi kognitif (cognitive dissonance). Teori ini, yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Leon Festinger pada tahun 1957, menjelaskan ketidaknyamanan mental yang dialami seseorang ketika memiliki dua atau lebih keyakinan, ide, atau nilai yang saling bertentangan.

Memahami Mekanisme Dasar Disonansi Kognitif

Disonansi kognitif pada dasarnya adalah ketegangan psikologis yang muncul saat pikiran atau perilaku kita tidak selaras. Misalnya, seseorang tahu merokok itu berbahaya (sebuah kognisi), tetapi tetap merokok (sebuah perilaku). Ketidaksesuaian antara "tahu itu buruk" dan "tetap melakukannya" menciptakan perasaan tidak nyaman atau "disonansi". Otak kita secara alami tidak menyukai inkonsistensi ini dan akan berusaha keras untuk menguranginya.

Tujuan utama dari mekanisme ini adalah untuk mencapai konsistensi kognitif. Pikiran kita akan mencari cara untuk menyeimbangkan kembali ketidakselarasan ini. Ada tiga cara utama yang dilakukan otak untuk mengurangi disonansi:

Mengubah perilaku: Ini adalah cara paling langsung. Orang yang merokok bisa berhenti merokok untuk menghilangkan disonansi.

Mengubah keyakinan: Ini sering lebih mudah. Orang yang merokok mungkin mencoba meyakinkan diri bahwa bahaya merokok dilebih-lebihkan, atau bahwa ia hanya merokok sesekali sehingga tidak akan berdampak buruk.

Menambahkan kognisi baru: Ini adalah metode yang paling umum. Orang yang merokok mungkin menambahkan keyakinan baru, seperti "Merokok membantu saya menghilangkan stres" atau "Banyak orang tua yang merokok sampai tua dan sehat saja."

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?