Tampang

Apa Itu Cognitive Dissonance dalam Psikologi Sosial?

28 Agu 2025 14:02 wib. 64
0 0
Kognitif
Sumber foto: Canva

Mekanisme ini bekerja tanpa disadari, seringkali membuat kita mengubah pandangan atau keyakinan hanya untuk merasa lebih baik tentang pilihan yang telah kita buat.

Contoh-Contoh Disonansi Kognitif dalam Kehidupan Sehari-hari

Konsep disonansi kognitif bisa kita temukan di mana saja. Salah satu contoh klasik adalah disonansi pasca-keputusan (post-decision dissonance). Ketika kita harus memilih antara dua pilihan yang sama-sama menarik, misalnya membeli dua jenis mobil yang bagus, kita akan mengalami disonansi setelah membeli salah satunya. Untuk mengurangi disonansi, kita akan mulai fokus pada semua fitur positif dari mobil yang kita beli dan semua fitur negatif dari mobil yang kita tinggalkan. Kita meyakinkan diri bahwa pilihan kita adalah yang terbaik, sehingga merasa lebih yakin dan nyaman dengan keputusan tersebut.

Contoh lain terjadi pada mereka yang menjalani diet. Seseorang tahu bahwa makan makanan tidak sehat itu buruk untuk kesehatan, tetapi saat tergoda, ia mungkin akan berkata, "Tidak apa-apa, sekali saja tidak akan memengaruhi diet saya." Kalimat ini berfungsi sebagai kognisi baru yang mengurangi disonansi antara niat diet dan perilaku makan yang tidak sehat.

Disonansi juga berperan besar dalam fenomena effort justification. Ketika seseorang menghabiskan banyak waktu, tenaga, atau uang untuk mencapai suatu tujuan, ia cenderung lebih menghargai tujuan itu, bahkan jika hasilnya tidak sebanding. Misalnya, seseorang yang melewati masa orientasi kampus yang berat dan tidak menyenangkan akan lebih menghargai keanggotaannya di organisasi tersebut. Ketidaknyamanan masa lalu dibenarkan oleh rasa bangga di masa sekarang.

Mengapa Disonansi Kognitif Penting?

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?