PT Bali Bintang Sejahtera (BOLA), klub sepakbola yang lebih dikenal dengan Bali United, mencatatkan kerugian sebesar Rp3,71 miliar sepanjang tahun 2023. Angka tersebut jauh berbeda dengan kondisi untung sebesar Rp16,40 miliar pada tahun sebelumnya, 2022. Data tersebut tercatat dalam laporan keuangan yang dikeluarkan oleh klub tersebut.
Menurut laporan keuangan BOLA, pendapatan klub tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,39 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan mencapai angka fantastis sebesar Rp363,33 miliar, naik dari Rp353,13 miliar pada tahun 2022.
Klub yang berjuluk Serdadu Tridatu ini masih memperoleh pendapatan utama dari live video streaming dan rekaman video sebesar Rp111,44 miliar (turun 22,80 persen), diikuti oleh event dan promosi sebesar Rp87,36 miliar (meningkat 583,03 persen), serta sport agency sebesar Rp75,65 miliar (turun 7,65 persen).
Tak hanya itu, pendapatan dari manajemen klub juga turut menyumbang pada pendapatan klub, yakni dari sisi komersial sebesar Rp68,75 miliar (turun 28,51 persen), kontribusi sebesar Rp11,69 miliar (naik 11,39 persen), dan pertandingan sebesar Rp5,89 miliar (turun 0,61 persen). Sementara pendapatan lainnya mencapai Rp3,54 miliar (naik 46,89 persen).
Dari segmen live video streaming dan rekaman video, dominasi pendapatan ditunjukkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebesar Rp86,18 miliar dan PT Video Rot Com sebesar Rp18,43 miliar. Sedangkan pendapatan komersial terbesar berasal dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar Rp22,61 miliar.