Pada saat bersamaan, pemerintah juga masih akan menetapkan target defisit APBN di bawah 3 persen. Sebagai informasi, dilansir dari Bloomberg, Presiden terpilih Prabowo Subianto dikabarkan berencana mengerek rasio utang terhadap PDB untuk mendanai program-program yang dijanjikan. Berdasarkan sumber informasi yang namanya enggan disebutkan, Prabowo disebut berencana meningkatkan rasio utang sebesar 2 persen setiap tahunnya, hingga mendekati 50 persen.
Anggara Perkasa, salah satu anggota tim ekonomi Prabowo-Sandiaga, menyatakan bahwa kabar mengenai rencana kerek rasio utang menjadi 50 persen PDB adalah tidak benar. Menurutnya, tim ekonomi Prabowo-Gibran justru memiliki fokus untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pernyataan Anggara Perkasa ini pun disambut baik oleh sejumlah pihak yang sempat khawatir dengan kabar tersebut. Mereka berharap agar langkah-langkah yang diambil oleh tim ekonomi Prabowo-Gibran akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia tanpa mengorbankan stabilitas keuangan negara.