Band mengakui bahwa EP ini merupakan refleksi emosi yang termampat selama beberapa tahun terakhir—mulai dari tekanan pandemi, dinamika sosial, hingga pergolakan internal band.
“Ini bukan cuma EP. Ini purging. Ini pelepasan energi yang menumpuk terlalu lama.” ujar salah satu personel.
Rencana Ke Depan: Tur Mini dan Video Musik Sinematik
Untuk mendukung rilis House of Vultures, Siements telah menyiapkan sejumlah agenda:
-
Peluncuran video musik bergaya sinematik, mengusung konsep neo-gothic.
-
Tur mini di beberapa kota besar, dengan konsep panggung yang lebih teatrikal dan intens.
-
Kolaborasi dengan musisi alternatif lokal, termasuk remix elektronik untuk beberapa track dalam EP.
Semua ini dirancang untuk memperkuat identitas baru Siements sebagai band rock alternatif yang berani bereksperimen.
Siements Lahir Kembali Lewat House of Vultures
Dengan EP House of Vultures, Siements tidak sekadar merilis karya baru—mereka memperbarui DNA musikalnya. Sound yang lebih gelap dan modern, tema lirik penuh kritik sosial, serta keberanian meninggalkan gaya lama membuktikan bahwa band ini telah memasuki fase baru.
Bagi penggemar rock alternatif yang haus sesuatu yang liar, emosional, dan memiliki kedalaman artistik, House of Vultures hadir sebagai karya yang layak diputar berulang-ulang.