Makna ‘House of Vultures’: Dunia Penuh Parasit Sosial
EP ini tidak hanya fokus pada musik tetapi juga menyuguhkan narasi tematik yang kuat.
Judul House of Vultures (Rumah Para Burung Nazar) menjadi metafora untuk:
-
individu atau sistem yang mengambil keuntungan dari orang lain,
-
lingkungan sosial beracun,
-
serta dinamika kekuasaan yang tidak sehat.
Siements menyampaikan bahwa EP ini lahir dari kelelahan melihat dinamika sosial yang semakin mengikis empati. Menurut mereka, “vultures” di sini bukan makhluk pemakan bangkai, melainkan simbol manusia yang memanfaatkan kelemahan orang lain.
Lirik-liriknya mengangkat isu:
Meski gelap, Siements mengaku ingin menggambarkan bahwa dari kehancuran pun selalu ada ruang untuk bangkit.
Respons Penggemar: Kejutan Besar, Tapi Diterima Histeris
Tak butuh waktu lama sejak rilis, House of Vultures langsung menjadi perbincangan hangat di komunitas rock tanah air. Platform streaming mencatat peningkatan signifikan dalam pemutaran lagu-lagu Siements, terutama di kalangan pendengar usia muda yang menggemari rock eksperimental dan alternatif modern.
Beberapa tanggapan awal di media sosial menyebutkan bahwa:
-
EP ini adalah karya paling matang Siements hingga saat ini,
-
keberanian mengeksplorasi sound gelap membuat mereka naik level,
-
serta adanya potensi besar untuk menembus pasar internasional.
Penggemar lama sempat terkejut dengan perubahan drastis ini, namun mayoritas menyambut positif karena melihat sisi lain dari karakter musikal Siements.
Proses Kreatif yang Intens dan Berbeda
Dalam wawancara singkat, para personel Siements mengungkap bahwa proses pembuatan EP ini jauh lebih melelahkan dibanding produksi sebelumnya. Mereka melakukan eksplorasi suara berbulan-bulan, mengundang produser tamu, dan melakukan rekaman di beberapa studio berbeda demi mendapatkan atmosfer yang diinginkan.