Acara ini dihadiri oleh 184 peserta, termasuk akademisi terkemuka dari berbagai universitas negeri dan swasta. Mereka berdiskusi mengenai berbagai permasalahan pendidikan, termasuk peningkatan kualitas penelitian, penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional, serta tantangan implementasi teknologi dalam dunia akademik. Prabowo menegaskan bahwa pertemuan semacam ini sangat penting untuk membuka wawasan akademisi terhadap situasi aktual yang sedang dihadapi bangsa.
Selain isu domestik, Prabowo juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap dinamika global yang semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa perubahan geopolitik, ekonomi global, serta perkembangan teknologi memiliki dampak langsung terhadap Indonesia. Oleh karena itu, akademisi diharapkan dapat memainkan peran aktif dalam menganalisis serta memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang muncul, sehingga kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
Dalam kesempatan ini, Presiden juga mengajak para rektor untuk berperan lebih besar dalam membangun karakter mahasiswa yang tangguh, kreatif, dan inovatif. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya harus berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menjadi pusat pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global. Menurutnya, pendidikan tinggi harus berorientasi pada pengembangan soft skills, kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.