Sementara itu, Immanuel Ebenezer menilai bahwa Polri harus bisa mengungkap dalang di balik teror tersebut, mengingat teknologi canggih yang dimiliki. "Dengan adanya rekaman CCTV dan teknologi pengenalan wajah, seharusnya pelaku bisa segera teridentifikasi," katanya.
Laporan ke Bareskrim Polri
Tempo, bersama Komite Keselamatan Jurnalis, telah melaporkan peristiwa ini ke Bareskrim Polri pada Jumat (21/3/2025). Bukti berupa rekaman CCTV dan nomor plat kendaraan pelaku telah diserahkan kepada pihak berwajib. Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa tindakan teror ini adalah bentuk serangan terhadap kebebasan pers. "Jika tujuannya untuk menakuti, kami tidak gentar. Tapi, setop tindakan pengecut ini," tegasnya.
Kapolri Jamin Penyelidikan Mendalam
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan Bareskrim untuk segera menyelidiki kasus ini. "Kami berkomitmen memberikan penanganan terbaik terhadap kasus ini dan akan menindaklanjutinya dengan serius," ujarnya.