Beliau juga mengungkapkan untuk menurunkan nilai kurs membutuhkan waktu yang panjang. "Misalnya ke-15.000 itu kelihatannya butuh waktu yang panjang, bahkan akan sangat susah dalam kondisi sekarang karena ada faktor geopolitik di luar dari kendali pemerintah atau Bank sentral, tapi yang bisa dicegah adalah bagaimana agar tidak terlalu dalam dan terlalu cepat depresiasinya maka ini bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan".
"Jika ditanya untuk menuju pada kondisi yang sama dengan 98 tentunya kondisi yang ini tidak Apple to Apple. Belajar dari 98 persiapannya harus lebih serius lagi persiapan yang paling penting adalah menjaga hutang pemerintah dan hutang luar negeri swasta, satu lagi menjaga psikologis menjaga psikologis dari publik dari masyarakat investor juga bahwa memang kebijakan-kebijakan yang dilakukan itu adalah kebijakan yang tepat".
Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Kerja keras dan kebijakan yang tepat, tidak mustahil bagi Indonesia untuk mengatasi masalah ini dan menciptakan stabilitas ekonomi yang kokoh. Semuanya memerlukan kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kestabilan nilai tukar untuk kemakmuran bersama.