Sebagai tindak lanjut dari perubahan ini, Bob Tyasika Ananta ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BSI. Sementara itu, Grandhis H Harumansyah, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko, akan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Direktur Teknologi dan Informasi.
Selain itu, Muhammad Misbahul Munir tetap menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Teknologi Informasi BSI. Penetapan resmi kepengurusan baru ini akan dilakukan dalam RUPS Tahunan BSI 2025.
Strategi Transformasi BSI Tetap Berjalan
Bob memastikan bahwa BSI akan terus melanjutkan strategi transformasi yang telah dicanangkan dalam Rencana Transformasi Tahap II (2026–2030). Visi utama dalam transformasi ini adalah menjadikan BSI sebagai salah satu dari lima bank syariah terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2030.
"Kami berkomitmen untuk membawa BSI terus tumbuh berkelanjutan serta menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat," ujar Bob.
BSI juga akan terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, serta menjadi bank syariah yang modern, digital, dan inklusif dengan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan dan syariah.
Kinerja BSI Tetap Solid