Sejak resmi beroperasi sebagai entitas hasil merger pada 1 Februari 2021, BSI menunjukkan pertumbuhan yang signifikan:
-
Aset meningkat dari Rp 236 triliun (Februari 2021) menjadi Rp 409 triliun (akhir 2024).
-
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dari Rp 206 triliun menjadi Rp 327 triliun.
-
Pembiayaan meningkat dari Rp 121 triliun menjadi Rp 278 triliun, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap terkendali di 1,90 persen.
-
Laba bersih melonjak dari Rp 2,1 triliun (2020) menjadi Rp 7 triliun (2024), atau naik lebih dari tiga kali lipat dalam empat tahun.
Salah satu pencapaian besar lainnya adalah BSI berhasil masuk dalam daftar sembilan besar bank syariah global dari sisi kapitalisasi pasar pada 2024—lebih cepat setahun dari target awal untuk menembus 10 besar dunia pada 2025.
Masa Depan BSI di Tengah Transformasi
Meskipun ada perubahan di jajaran direksi, BSI tetap yakin bahwa arah pertumbuhan dan transformasi perusahaan akan terus berlanjut. Dengan strategi yang telah dirancang dan didukung oleh inovasi digital serta komitmen terhadap ekonomi syariah, BSI optimistis dapat menjadi pemain utama dalam industri perbankan global.