Namun, perusahaan yang ingin beroperasi di bawah regulasi baru ini tetap harus mendapatkan persetujuan langsung dari Perdana Menteri Vietnam. Dengan demikian, pemerintah tetap memiliki kendali atas ekosistem teknologi di negara tersebut.
Hingga kini, baik SpaceX maupun Kementerian Informasi Vietnam belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan ini. Meski demikian, langkah Vietnam menunjukkan keseriusan mereka dalam membuka peluang bagi teknologi internet satelit seperti Starlink.
Investasi Besar SpaceX dan Dampaknya bagi Vietnam
SpaceX telah menunjukkan minat besar untuk berekspansi ke Vietnam. Bahkan, perusahaan asal AS ini telah memperluas jaringan pemasoknya di negara tersebut. Pemerintah Vietnam mengungkapkan bahwa SpaceX berencana menginvestasikan sekitar US$1,5 miliar (setara Rp24,4 triliun) untuk mengembangkan infrastruktur telekomunikasi di sana.
Jika layanan Starlink berhasil masuk dan diminati oleh banyak masyarakat Vietnam, ini dapat membantu menyeimbangkan surplus perdagangan negara tersebut dengan Amerika Serikat. Data dari AS menunjukkan bahwa surplus perdagangan Vietnam terhadap AS mencapai angka tertinggi pada tahun lalu, yaitu US$123,5 miliar (sekitar Rp2.000 triliun). Hal ini menjadikan Vietnam sebagai salah satu dari empat negara dengan surplus tertinggi terhadap AS.
Dengan peningkatan impor layanan dan produk dari AS, seperti Starlink, Vietnam bisa mengurangi ketidakseimbangan perdagangan yang menjadi perhatian utama pemerintahan Trump.