Emma Seppälä, PhD dari Yale University, mengungkapkan bahwa menghabiskan waktu empat hari di alam bebas tanpa gangguan perangkat elektronik dapat meningkatkan kreativitas hingga 50%. Warga Finlandia bahkan menghabiskan lebih banyak waktu di alam, baik dengan berjalan kaki di hutan, bersantai di sauna, atau sekadar menikmati pemandangan yang menenangkan.
Selain itu, gaya hidup yang menekankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga berkontribusi dalam menjaga tingkat stres tetap rendah. Finlandia dikenal sebagai negara dengan budaya kerja yang sehat, di mana produktivitas tidak hanya diukur dari jam kerja panjang, tetapi dari hasil kerja yang efektif.
Sisu: Mental Baja Khas Finlandia
Konsep unik lainnya yang menjadikan Finlandia begitu istimewa adalah filosofi sisu. Kata ini merujuk pada ketangguhan, tekad, dan ketahanan mental yang sudah menjadi bagian dari budaya Finlandia selama berabad-abad. Sisu bukan hanya tentang bertahan dalam situasi sulit, tetapi juga mengenai keberanian untuk menghadapi tantangan dengan kepala tegak dan semangat pantang menyerah.
Semangat sisu ini juga tercermin dalam dunia bisnis Finlandia. Menurut Johanna Jäkälä, Executive Director dari Business Finland, negara ini memiliki salah satu ekonomi paling kompetitif di dunia berkat kombinasi kerja keras, inovasi, dan keseimbangan hidup. Filosofi bahwa kebahagiaan berkontribusi terhadap kesuksesan bisnis membuat para pekerja lebih produktif dan memiliki kepuasan kerja yang tinggi.