Tampang

Peneliti Menemukan Hubungan Saraf Antara Tidur yang Buruk dan Depresi

28 Jul 2018 21:00 wib. 1.094
0 0
Peneliti Menemukan Hubungan Saraf Antara Tidur yang Buruk dan Depresi

Daerah otak yang terkait dengan memori jangka pendek, diri dan emosi negatif dapat membawa orang ke dalam lubang kesengsaraan dan depresi, yang mengarah ke kualitas tidur yang buruk, menurut para peneliti di University of Warwick di Inggris. Penemuan ini dipublikasikan pada Rabu di Journal of American Medical Society's Psychiatry.

Depresi dan masalah tidur sebelumnya terkait erat. Sekitar 75 persen penderita depresi melaporkan insomnia dalam studi tahun 2008 oleh para peneliti di University of Bristol.

Dengan depresi dan tidur, hampir semua orang di dunia ini terkait dengan dua masalah ini, sebagai penderitanya atau kerabat dari seorang penderita, "Dr. Jianfeng Feng, seorang peneliti di Warwick's Department of Computer Science, mengatakan dalam sebuah siaran pers.

"Di dunia sekarang ini, kurang tidur dan kurang tidur telah menjadi masalah umum yang mempengaruhi lebih dari sepertiga populasi dunia karena jam kerja yang lebih panjang dan waktu komuter, aktivitas malam di kemudian hari dan meningkatkan ketergantungan pada elektronik," kata Feng.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Tiga Tingkatan saat kita Menerima Ujian
0 Suka, 0 Komentar, 2 Agu 2017

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%