Laporan dalam AIMS Environmental Science edisi 2025 ini melengkapi berbagai bukti ilmiah internasional terdahulu yang mengaitkan BPA dengan risiko gangguan reproduksi, obesitas, diabetes, hingga potensi penyakit degeneratif lainnya.
Mendorong Regulasi dan Solusi Kemasan Aman
Menanggapi temuan ilmiah ini, para ahli menekankan pentingnya langkah edukasi kepada masyarakat serta urgensi pengetatan regulasi dari otoritas terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Beberapa rekomendasi utama yang diusung untuk melindungi Kesehatan masyarakat meliputi:
Pelabelan dan Pengetatan Baku Mutu: Mendorong transparansi informasi kemasan pada produk AMDK agar konsumen dapat mengenali jenis plastik yang digunakan.
Transisi ke Bahan Bebas BPA (BPA-Free): Mengimbau industri untuk secara bertahap beralih ke material alternatif yang lebih stabil dan bebas dari potensi bahaya meluruhnya senyawa BPA, seperti plastik PET (Polyethylene Terephthalate).
Edukasi Penanganan Produk: Mengingatkan konsumen dan distributor agar tidak menjemur galon di bawah terik matahari langsung serta menghindari penggunaan wadah plastik yang sudah tergores atau berumur tua.
Dengan terbuktinya kaitan antara paparan senyawa BPA dari kemasan AMDK dan peningkatan risiko alergi sebagaimana dipublikasikan dalam AIMS Environmental Science edisi 2025, kolaborasi antara akademisi, regulator, dan pelaku industri menjadi kunci utama untuk menjamin ketersediaan air minum yang tidak hanya bersih, tetapi juga aman bagi Kesehatan generasi mendatang.