Para peneliti mengamati bahwa BPA tidak hanya mengganggu sistem endokrin, tetapi juga memodulasi respons sistem kekebalan tubuh (imunologi). Berikut adalah mekanisme bagaimana paparan BPA dari galon AMDK guna ulang memicu respons alergi:
Disfungsi Sistem Imun: Masuknya BPA ke dalam tubuh dapat merangsang ketidakseimbangan sel T-helper (Khususnya Th2), yang bertanggung jawab atas reaksi peradangan dan alergi.
Peningkatan Produksi Imunoglobulin E (IgE): Paparan BPA terbukti mampu meningkatkan kadar antibodi IgE dalam darah. Kadar IgE yang tinggi merupakan indikator utama tubuh menjadi lebih sensitif terhadap alergen, seperti debu, makanan, atau faktor lingkungan lainnya.
Pemicu Gejala Alergi Kronis: Individu yang memiliki riwayat penyakit atopi (seperti asma, rinitis alergi, atau dermatitis atopik/eksim) berisiko mengalami kekambuhan yang lebih sering dan gejala yang lebih parah ketika terpapar senyawa BPA secara konsisten melalui air minum harian.
Mengapa Masalah Ini Menjadi Perhatian Kesehatan Publik?
Penggunaan kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat di Indonesia sangat masif karena dinilai ekonomis dan ramah lingkungan dari sudut pandang pengelolaan sampah. Namun, aspek keselamatan dan Kesehatan jangka panjang konsumen kini menuntut perhatian yang seimbang dari pemerintah maupun produsen.
Para pakar Kesehatan menegaskan bahwa air minum adalah kebutuhan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari orang dewasa, ibu hamil, hingga anak-anak dan balita. Kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak memiliki sistem imun dan organ tubuh yang masih dalam tahap perkembangan, sehingga dampak buruk dari akumulasi paparan senyawa kimia BPA dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang mereka.