Tampang
Banner Ads

Harga Emas Dunia Melesat 1 Persen, Investor Wait and See Menantikan Data Penting Ekonomi AS

2 Okt 2026 16:22 wib. 54
0 0
Harga emas
Sumber foto: Google

JAKARTA – Pasar komoditas logam mulia kembali menunjukkan dinamika menarik pada pertengahan pekan ini. Harga emas melesat naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa (29/9/2026) atau Rabu pagi waktu Jakarta. Meski mengalami rebound yang cukup signifikan, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap tingkat inflasi, diperkirakan masih menjadi penahan utama pergerakan emas di tingkat global.

Berdasarkan data pasar yang dilansir CNBC, harga emas spot tercatat menguat 1,1 persen ke posisi US$ 4.157,39 per ons. Penguatan ini terjadi setelah instrumen emas sempat menyentuh titik terendahnya pada perdagangan Selasa di level US$ 4.112,97 per ons. Angka tersebut berada sangat dekat dengan level terendah dalam lebih dari tujuh bulan terakhir, yakni US$ 4.110,55 per ons yang sempat terekam pada awal pekan. Sementara itu, untuk kontrak berjangka emas AS tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen hingga mencapai posisi US$ 4.189,60 per ons.

Rebound Teknikal dan Hambatan Sentimen Makroekonomi

Banner Ads

Kenaikan yang terjadi pada pertengahan pekan ini dinilai banyak pihak belum menjadi sinyal pemulihan tren secara penuh. Vice President sekaligus Senior Metals Strategist dari Zaner Metals, Peter Grant, menilai bahwa pergerakan naik harga emas hari ini pada dasarnya merupakan respons teknikal biasa atau koreksi sehat setelah mengalami aksi jual hebat pada hari sebelumnya.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, pasar emas memang tertekan cukup dalam dengan penurunan mencapai hampir 4 persen, menyeret harganya ke level terendah sejak awal Agustus. Keterpurukan tersebut tidak lepas dari kombinasi sejumlah faktor makroekonomi yang kurang menguntungkan, antara lain melesatnya nilai tukar Dolar AS, melambungnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury), serta kembali mencuatnya isu inflasi global akibat lonjakan harga energi.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

Banner Ads

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Siapakah Presiden Pilihan Gen Z
Banner Ads
Banner Ads