Tampang

Mengapa Orang Sering Tertarik dengan Teori Konspirasi?

28 Agu 2025 14:02 wib. 21
0 0
Konspirasi
Sumber foto: Canva

Mencari Makna dan Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Hidup penuh dengan ketidakpastian. Kita sering dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab, seperti mengapa hal buruk terjadi pada orang baik atau mengapa ada banyak ketidakadilan. Teori konspirasi seringkali menjadi jalan pintas untuk mendapatkan makna dan kepastian. Mereka mengisi kekosongan informasi dengan cerita yang penuh dengan tujuan dan motif.

Misalnya, di saat sulit seperti pandemi, penjelasan ilmiah yang rumit tentang virus bisa terasa abstrak. Teori konspirasi yang menyalahkan "elite global" atau "industri farmasi" memberikan musuh yang jelas, motivasi yang sederhana (uang atau kekuasaan), dan alur cerita yang mudah diikuti. Ini jauh lebih menarik dan memuaskan secara emosional daripada menerima realitas ilmiah yang kompleks dan seringkali tidak menyenangkan. Teori konspirasi memberi kita "jawaban" instan, meskipun jawaban itu tidak terbukti.

Konfirmasi Bias dan Perasaan Unik

Kita cenderung mencari informasi yang memperkuat keyakinan yang sudah kita miliki (confirmation bias). Teori konspirasi seringkali menarik bagi mereka yang sudah punya rasa tidak percaya terhadap otoritas, seperti pemerintah, media massa, atau ilmuwan. Mereka melihat teori konspirasi sebagai bukti bahwa kecurigaan mereka selama ini benar adanya.

Selain itu, orang-orang yang meyakini teori konspirasi sering merasa memiliki informasi unik atau pengetahuan rahasia yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Perasaan menjadi "orang dalam" atau "orang yang tahu kebenaran" ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan identitas sosial. Bergabung dalam komunitas yang berbagi keyakinan serupa juga memberikan rasa kebersamaan dan validasi, yang penting untuk psikologi sosial kita.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?