Dari segi kesehatan, hidup tradisional sering kali memiliki risiko yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Misalnya, penggunaan ramuan herbal atau metode penyembuhan yang sudah ketinggalan zaman dapat menyebabkan kesalahan dalam diagnosis dan pengobatan. Berbeda dengan kemajuan dalam bidang kedokteran yang telah ditunjukkan oleh teknologi modern, yang selalu mengupdate penelitian dan membuat pengobatan lebih efektif. Tanpa akses ke teknologi dan informasi kesehatan terbaru, masyarakat hidup tradisional berisiko lebih besar terhadap penyakit yang bisa dicegah atau diobati.
Dampak buruk lain yang tidak kalah penting adalah kerentanan terhadap perubahan lingkungan. Hidup tradisional banyak bergantung pada sumber daya alam secara langsung. Dengan adanya perubahan iklim dan bencana alam, masyarakat yang mengandalkan cara hidup ini bisa mengalami krisis ketika sumber daya alam semakin menipis. Adanya teknologi modern seperti sistem irigasi dan metode pertanian presisi dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi dampak dari perubahan lingkungan. Tanpa alat dan teknik modern, kelompok yang hidup tradisional mungkin sulit menghadapi tantangan ini.
Selain itu, hidup tradisional sering kali diidentikkan dengan nilai-nilai budaya yang kental. Namun, jika manusia tidak beradaptasi dengan teknologi modern, ada risiko besar warisan budaya yang tidak diregenerasi. Generasi muda mungkin lebih tertarik pada teknologi dan cara hidup yang lebih modern. Jika masyarakat tetap terjebak dalam hidup tradisional dan menolak untuk menerima perubahan, budaya akan kehilangan relevansi dan ruang untuk berkembang.