Meski ada optimisme dari pemerintah, penentuan THR bagi pengemudi ojol tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama adalah status kerja para pengemudi yang dianggap sebagai mitra, bukan karyawan tetap.
Perusahaan aplikasi transportasi online selama ini berdalih bahwa ojol bukan pekerja formal sehingga tidak memiliki kewajiban untuk memberikan THR seperti perusahaan yang mempekerjakan pegawai tetap.
Namun, para pengemudi ojol berpendapat bahwa mereka telah bekerja penuh waktu dan bergantung pada aplikasi, sehingga mereka seharusnya mendapatkan hak yang sama seperti pekerja sektor formal lainnya.
Menanggapi tuntutan ini, beberapa perusahaan transportasi online masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan pemberian THR kepada pengemudi. Namun, beberapa sumber dari industri menyebutkan bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan skema insentif khusus menjelang hari raya sebagai solusi alternatif.
"Kami masih mendiskusikan berbagai opsi agar bisa tetap mendukung kesejahteraan mitra pengemudi tanpa melanggar regulasi yang ada," ujar salah satu perwakilan perusahaan aplikasi transportasi online yang enggan disebutkan namanya.