Bagi para pengemudi ojol, pemberian THR menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras mereka yang telah menopang industri transportasi online di Indonesia.
"Kami bekerja setiap hari tanpa gaji tetap, tapi tetap harus membayar potongan dari setiap perjalanan yang kami lakukan. THR adalah hak kami," ujar Budi, salah satu pengemudi ojol yang ikut dalam aksi demonstrasi.
Para pengemudi berharap keputusan segera diambil sebelum Lebaran agar mereka bisa menikmati momen hari raya bersama keluarga dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.
Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar dalam menyeimbangkan kepentingan pengemudi dan perusahaan aplikasi. Keputusan akhir terkait THR bagi ojol masih menunggu finalisasi, namun ada harapan bahwa para pengemudi akan mendapatkan kejelasan dalam waktu dekat.