Tampang

Harga Emas Meledak: Dunia Ekonomi di Ambang Kekacauan Saat Logam Mulia Nyaris Pecahkan Rekor!

13 Jan 2026 12:50 wib. 33
0 0
Harga Emas Antam Terbaru
Sumber foto: Google

Harga emas dunia kini bukan sekadar naik tetapi meledak tajam mendekati level tertinggi sepanjang sejarah di tengah gelombang gejolak ekonomi dan politik global. Pergerakan ini mencengangkan banyak analis, investor, dan pelaku pasar yang selama ini menganggap emas sebagai aset aman dalam situasi tak menentu.

Pada perdagangan minggu ini, emas berjangka global terus melanjutkan reli kuatnya, dengan harga emas (XAU/USD) berada di kisaran lebih dari USD 4.500 per troy ounce, atau mendekati dan bahkan menembus rekor tertinggi sebelumnya. Permintaan terhadap logam mulia ini melonjak drastis sebagai respons terhadap berbagai ketidakpastian fundamental di pasar global.

Meningkatnya Permintaan Aset Aman di Tengah Ketidakpastian

Lonjakan harga emas didorong oleh sejumlah faktor yang saling memperkuat. Pertama, ketegangan geopolitik internasional semakin memanas. Beberapa konflik di Timur Tengah dan peristiwa politik besar di berbagai wilayah dunia membuat investor mencari instrumen yang lebih aman dari risiko pasar saham dan mata uang. Logam mulia seperti emas selama ini dikenal sebagai “safe haven” yang paling kuat ketika pasar global menghadapi tekanan hebat.

Di sisi lain, data ekonomi dari Amerika Serikat menunjukkan hasil yang beragam. Misalnya, angka tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi membuat pelaku pasar memperkirakan bahwa The Federal Reserve (bank sentral AS) memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi ini juga menguatkan daya tarik emas karena suku bunga yang lebih rendah cenderung menurunkan minat terhadap aset berbasis bunga seperti obligasi, sementara emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi pilihan utama.

Katalis Politik yang Memicu Aksi Borong Emas

Selain faktor ekonomi, kondisi politik global turut mempercepat arus modal menuju emas. Ketegangan antara negara-negara besar, ancaman konflik militer di beberapa kawasan, hingga situasi politik di Amerika Serikat sendiri memberikan gambaran lingkungan ekonomi yang tidak stabil. Situasi seperti itu sering kali membuat investor “melarikan diri” dari aset berisiko menuju logam mulia.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Olahraga Renang
0 Suka, 0 Komentar, 5 Jul 2024

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?