Dalam jangka panjang, harga logam mulia tersebut diproyeksikan terus menguat sepanjang 2026. Beberapa laporan independen bahkan memproyeksikan harga emas dapat bergerak di kisaran USD 4.700 hingga USD 5.000 per ons pada tahun ini, tergantung pada arah kebijakan moneter global dan dinamika geopolitik selanjutnya. Kenaikan ini, jika terealisasi, mampu membawa harga dalam denominasi lokal seperti rupiah ke tingkat yang menarik bagi investor domestik.
Dampak di Pasar Lokal Indonesia
Penguatan harga emas dunia tercermin pula di pasar domestik. Misalnya, harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhasil naik signifikan di awal tahun ini. Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, harga perak Antam tercatat Rp 44.565 per gram, melonjak Rp 700 dari hari sebelumnya, menunjukkan bahwa dinamika global turut memengaruhi pasar lokal.
Sementara itu, harga emas batangan di Indonesia mengalami fluktuasi tipis pada tanggal yang sama. Dalam beberapa kasus, harga emas Antam sempat turun sekitar Rp 16.000 per gram, namun dinamika ini tidak mengaburkan tren jangka panjang yang masih positif bagi logam mulia.
Memasuki tahun 2026, harga emas dan perak menunjukkan performa yang mencengangkan, dengan emas melanjutkan reli dari tahun sebelumnya dan perak mencetak rekor historis. Faktor fundamental seperti geopolitik, ekspektasi suku bunga, dan permintaan industri menjadi pendorong utama tren ini. Bagi investor, momentum ini menjadi pertimbangan penting dalam merumuskan strategi investasi logam mulia sepanjang tahun.