PT Pertamina melalui unit PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dalam industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia pada tahun 2025. Subholding Upstream Pertamina ini berhasil memproduksi total 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), angka yang menunjukkan kinerja kuat dan momentum positif di tengah tantangan global sektor energi yang terus berubah.
Kontribusi yang diraih PHE tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Capaian ini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan sebagai tulang punggung pasokan migas nasional, tetapi juga menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah lonjakan permintaan dan dinamika dunia yang kompleks.
Lonjakan Produksi & Aktivitas Lapangan
Angka produksi yang dicapai ini merupakan hasil harmonisasi berbagai usaha operasional, teknikal, dan strategis yang dijalankan oleh Pertamina PHE sepanjang 2025. Sepanjang tahun lalu, PHE merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta berbagai kegiatan well services mencapai 37.259 pekerjaan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lapangan migas.
Seluruh kegiatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan terus mengoptimalkan aset-aset migas marginal atau lapangan yang umurnya sudah menua, sehingga mampu mempertahankan angka produksi dan bahkan menambah kapasitas untuk mendukung pasokan nasional. Dukungan teknologi dan metode baru dalam pemboran dan well services juga menjadi faktor utama yang menopang pencapaian tersebut.
Ekspor produksi migas Indonesia secara keseluruhan bisa terdorong maupun dipengaruhi oleh capaian ini, mengingat pergerakan minyak dunia masih sangat dinamis. Di sisi global, produksi dan permintaan minyak dunia diproyeksikan tetap di atas angka 100 juta barel per hari, bahkan hingga 2040 menurut sejumlah analis industri internasional.