Tampang

Sejarah Tak Terduga! Asal-Usul Baju Koko yang Bukan dari Indonesia

30 Mar 2025 12:29 wib. 63
0 0
Sejarah Tak Terduga! Asal-Usul Baju Koko yang Bukan dari Indonesia
Sumber foto: iStock

Baju koko kini hadir dalam berbagai desain dan variasi warna, namun kesamaan bentuk dan fungsinya tetap dipertahankan. Di bulan Ramadan atau menjelang Lebaran, baju koko menjadi barang dagangan yang sangat laris di pasaran. Keberadaannya yang terjangkau menjadi salah satu alasan utama mengapa baju ini diminati oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelas bawah.

Umumnya, baju koko dijual dengan harga yang cukup bersahabat. Hal ini disebabkan oleh bahan baku yang digunakan, yang seringkali adalah kain murah dan proses menjahit yang tidak terlalu rumit. Dengan harga terjangkau, baju koko pun menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk digunakan dalam beribadah dan merayakan hari-hari besar keagamaan. 

Para produsen pun memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan produksi baju koko menjelang hari-hari spesial. Selain itu, semakin berkembangnya teknologi dan industri fashion lokal membuat variasi baju koko semakin beragam. Beberapa desainer juga mulai berani mengeksplorasi kombinasi bahan dan desain modern, menjadikan baju koko lebih menarik dan sesuai dengan tren fashion masa kini.

Meski berasal dari kultur lain, baju koko kini telah bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Islam di Indonesia. Kekuatan baju koko terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dan berintegrasi ke dalam sisi kehidupan masyarakat, menjadikannya bukan sekadar busana, tetapi simbol kesatuan dan identitas kaum Muslim di tanah air.

Selain itu, dalam konteks sosial, baju koko juga diakui sebagai suatu bentuk egalitarianisme dalam berpakaian. Seseorang dari berbagai latar belakang bisa mengenakan baju ini tanpa terikat pada status sosial tertentu. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kesetaraan yang dijunjung dalam agama Islam, di mana semua umat dipandang sama di hadapan Tuhan, tanpa memandang status atau kekayaan.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?