Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Waspada, Anak Batita pun Bisa Depresi

Waspada, Anak Batita pun Bisa Depresi

14 Juli 2018 | Dibaca : 356x | Penulis : Maman Soleman

Anak Anda yang berusia  3 tahun manjadi pendiam akhir-akhir ini. Anda membawakan mainan kesukaannya, tapi dia tampak tidak bersemangat. Apakah mungkin dia sedih atau depresi? Mungkin saja. Menurut American Acaedemy of Child and Adolescent Psychiatry, 1 diantara setiap 20 anak dari usia batita sampai remaja menunjukkan tanda-tanda depresi.

Menurut anggapan lama, anak-anak kecil tidak cukup matang secara emosional untuk merasakan depresi. Hasil penelitian baru menunjukkan, anggapan lama itu tidak benar. Tapi, mendiagnosa anak kecil juga sulit karena mereka mungkin belum memiliki keterampilan verbal yang diperlukan untuk mengungkapkan perasaannya secara tepat lewat kata-kata. Bentuk depresi pada anak juga berbeda dengan bentuk depresi orang dewasa.

Gejala-gejala Depresi Pada Batita

Gejala depresi seperti apa yang perlu dicermati pada anak batita Anda? Si anak menghindari kontak mata, membatasi penggunaan keterampilan motorik, wajah tidak berekspresi, tidak senang bermain, terlalu sering menangis atau jarang menangis dibanding biasanya, tidak tertarik berinteraksi dengan orang lain merupakan tanda-tanda peringatan. Selain itu, anak pra sekolah yang depresi kemungkinan mengeluh sakit fisik yang penyebabnya sulit dijelaskan misalnya sakit perut, sakit kepala, menjadi sangat aktif atau sangat tidak aktif, dan menjadi cepat marah.

Jika anak Anda menunjukkan beberapa tanda seperti ini, mungkin dia hanya sekadar merasa sedih, tapi belum sampai pada tahap depresi. Sementara sulit dijelaskan sampai di mana kesedihan ini akan berakhir dan depresi dimulai, kehebatan dan lamanya juga bervariasi. Berbeda dengan kesedihan biasa. Depresi mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengubah pola perilaku anak yang biasa selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Jika Anda mencurigai adanya masalah, minta dokter anak Anda untuk merekomendasikan dokter spesialis kesehatan jiwa untuk menilai depresi anak Anda. Kabar baiknya, keberhasilan dalam penanganan depresi anak-anak mencapai sukses lebih dari 70%.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sistem Imun Ternyata Bisa ‘Diprogram’ Ulang
19 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ketika sistem kekebalan tubuh tidak seimbang, baik karena sel yang terlalu aktif atau sel yang menekan fungsinya, hal itu menyebabkan berbagai penyakit, mulai ...
Bahkan Gegar Otak Ringan Terkait dengan Risiko Demensia yang Lebih Besar Nantinya
8 Mei 2018, by Slesta
Gegar otak, bahkan yang ringan, lebih dari dua kali lipat risiko untuk mengembangkan demensia di jalan, penelitian baru menunjukkan. Temuan ini berasal dari ...
Dengan Desain Futuristik, Perpustakaan di Tiongkok Ini Menjadi yang Terkeren di Dunia
18 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perpustakaan umumnya memiliki penampilan dan kesan kuno. Namun, tak dipungkiri juga ada perpustakaan yang berarsitektur megah. Berbeda dengan ...
partai komunis indonesia
18 September 2017, by Tonton Taufik
Tgl 31 Oktober 1948 : Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik ...
4 kebiasaan ini Ternyata Dapat Membuat Leptop Cepat Rusak Lho!
8 Oktober 2017, by Rachmiamy
Laptop merupakan barang yang sangat penting dan dibutuhkan pada era modern seperti sekarang ini. Kita biasa menggunakan laptop untuk bekerja, belajar, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab