Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Unik! Inilah Kampung Adat Yang Ada di Jawa Barat, Yuk Kunjungi!

Unik! Inilah Kampung Adat Yang Ada di Jawa Barat, Yuk Kunjungi!

14 Agustus 2017 | Dibaca : 5150x | Penulis : Zeal

Di zaman yang kian modern ini, Ada beberapa masyarakat yang tetap memegang teguh tradisi lokalnya. Beberapa masyarakat yang masih mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun temurun ini tentunya menjadi suatu hal yang unik di zaman yang kian modern ini. Tidak hanya itu, tempat tempat tersebut kian populer sebagai destinasi wisata kampung adat. Khususnya di Jawa Barat ada beberapa kampung adat yang dapat anda kunjungi untuk berlibur dan belajar mengenai kebudayaan dan kearifan lokal yang ada.

Untuk itu silahkan simak beberapa kampung adat yang ada di Jawa Barat berikut ini.

Kampung Urug, Bogor

Kampung Adat Urug berloksi di Kampung Urug Desa Kiara Pandak Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Kampung Urug adalah salah satu perkampungan yang sampai saat ini memegang teguh tradisinya.

Salah satu keunikan dari kampung ini adalah seni bangunannya. Rumah adat di kampung ini dicirikan dengan persamaan bahan yang dipakai serta bentuk rumah khas sunda yang mempunyai kolong serta adanya lumbung padi yang bernama leuit.

Biasanya setiap tanggal 10 Muharam, masyarakat Kampung Urug sering mengadakan upacara Seren Taun yang merupakan upacara panen hasil bumi sebagai wujud rasa syukur atas rezeki pertanian yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi

Kasepuhan Ciptagelar berada di wilayah Kampung Sukamulya Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kampung adat ini yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan memiliki arti tempat tinggal para sesepuh (orang tua dalam bahasa indonesia).

Tidak hanya dari bentuk rumah, keunikan lainnya terdapat pada upacara adat yang meriah seperti Seren Taun yang digelar awal September sebagai bentuk syukuran setelah panen. Ada pula syukuran yang diadakan pada malam ke-14 sebelum purnama yang tentunya tidak kalah meriah.

Kampung Cireundeu, Cimahi

Masyarakat Cirendeu memegang prinsip "ngindung ka waktu, mibapa ka zaman", yang artinya tak melawan arus perkembangan zaman. Kampung adat ini terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan. Meski  Bangunan rumah dari kampung adat ini berupa bangunan tembok biasa, namun, tetap ada nilai-nilai budaya yang dipertahankan. Salah satunya adalah dari segi makanan pokoknya. Tidak seperti kebanyakan masyarakat Jawa Barat yang menjadikan nasi sebagai makanan pokonya, masyarakat kampung Cireundeu ini menjadikan rasi (nasi dari singkong) sebagai makanan pokoknya. Rasi ini menjadi alternatif makanan pokok ketika krisis pangan di masa penjajahan yang hingga kini tetap dilestarikan. Meski demikian, lauk pauk pendamping makannya tak jauh beda dengan pendamping nasi pada umumnya.

Masyarakat yang memegang teguh kepercayaan Sunda Wiwitan ini, sering melakukan perayaan 1 Sura. Selain itu, di sini juga terdapat hutan lindung yang tidak boleh dimasuki sembarangan, agar sumber mata air dan ekosistem sekitarnya dapat tetap terjaga.

Kampung Pulo

Kampung Pulo terletak disebuah pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang, yang terletak di Kecamatan leles, kabupaten Garut. Di Kampung Pulo didirikan 6 buah rumah adat yang berjajar saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan yang tidak boleh bertambah dan berkurang ditambah dengan sebuah mesjid. Yang tinggal di dalam rumah tersebut juga tidak boleh melebihi dari 6 kepala keluarga. Jika seorang anak laki-laki sudah dewasa dan menikah maka paling lambat 2 minggu setelah itu harus segera meninggalkan rumah dan harus keluar dari lingkungan keenam rumah tersebut.

Hal tersebut berkaitan dengan cerita masyarakat Kampung Pulo. Kampung yang dulunya menganut agama Hindu ini berubah menganut agama Islam setelah Embah Dalem Arif Muhammad singgah di daerah ini. Beliau menyebarkan agama Islam pada masyarakat Kampung Pulo sampai beliau wafat dan dimakamkan di Kampung Pulo, beliau meinggalkan 6 orang anak dan salah satunya adalah pria. Dan hal inilah yang menjadi dasar dari aturan tersebut.

Kampung Kuta, Ciamis

Kampung Kuta terletak di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Hal unik dari perkampungan ini adalah Bangunan rumah yang berbentuk persegi panjang dan satu deretnya maksimal empat rumah. Suasana di Kampung Kuta juga masih sangat asri dan alami. Terdapat juga hutan keramat yang dijaga kelestariannya karena dianggap sebagai tempat persemayaman para leluhur.

Kampung Kuta memiliki aturan-aturan adat yang hingga saat ini tetap dijaga. Selain itu, anda dapat menyaksikan selamatan/hajatan yang biasanya dimeriahkan dengan berbagai kesenian. Biasanya hajatan perkawinan dan penerimaan tamu kampung berlangsung lebih meriah.

(Baca juga: Mampir Sejenak ke Kampung Naga di Tasikmalaya)

Guys, sebenarnya masih terdapat beberapa kampung adat yang dapat anda kunjungi di Jawa Barat ini, seperti kampung naga di Tasikmalaya, Kampung Dukuh di Garut, Kampung Ciokondang dan lainnya. Pokoknya, Indonesia khususnya, Jawa Barat, kaya banget dengan fenomena budayanya. Bangga deh!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hewan yang Dipercaya Bisa Meramal Piala Dunia
23 Juni 2018, by oteli w
Hewan Yang Dipercaya Bisa Meramal Piala Dunia Menggunakan hewan untuk meramal piala dunia bukan hanya terjadi di piala dunia 2018 yang saat ini ...
Sivia Eks personil Girlband Blink kini Berhijab. Makin Cantik
29 November 2017, by Rachmiamy
Masih ingat dengan grup girlband Blink? Grup yang beranggotakan Febby Rastanty, Agatha Pricilla, Sivia Azizah, dan Ify Alyssa ini memang sempat populer ...
6 Trik Menyiasati Ruang Sempit Menjadi Tampak Luas
25 Juli 2018, by Maman Soleman
Ruangan sempit kerap dijadikan kendala dalam menata ruangan menjadi nyaman dan apik. Padahal meskipun ruangan sempit masih bisa disiasati agar tampak dan ...
Puzzle Raksasa Kehidupan
10 Februari 2018, by Dika Mustika
Pernahkah kamu berpikir bahwa kehidupan ini adalah sebuah sistem? Atau bagaikan bilah puzzle raksasa yang tak akan utuh bila ada satu bagiannya yang hilang? ...
Sekjen PAN : "Baiknya Bicarain Ekonomi Daripada Ngomongin Politik"
18 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Sekjen PAN Berharap ,Pertemuan Para Presiden tidak Membahas Pilpres. Seperti diketahui,bahwa diberitakan kemarin (17/8) para Presiden serta ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab