Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Trauma Masa Lalu pada Wanita Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

Trauma Masa Lalu pada Wanita Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

16 Oktober 2017 | Dibaca : 478x | Penulis : Rio Nur Arifin

Tingginya jumlah peristiwa traumatis dapat meningkatkan risiko wanita terkena penyakit jantung, terutama setelah menopause, menurut sebuah penelitian baru.

Peneliti menemukan bahwa wanita yang melaporkan setidaknya tiga pengalaman traumatis di masa lalu mereka memiliki fungsi endotel yang lebih buruk daripada mereka yang memiliki pengalaman traumatis lebih sedikit.

Fungsi endothelial mengacu pada seberapa baik endothelium, atau lapisan sel epitel yang melapisi bagian dalam jantung dan pembuluh darah, membantu mengatur penyempitan dan relaksasi pembuluh darah.

Disfungsi endotel dianggap sebagai faktor risiko penyakit jantung. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ia sering mendahului perkembangan aterosklerosis, atau pengerasan arteri, dan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Penelitian baru yang dipimpin oleh para periset dari University of Pittsburgh School of Medicine di Pennsylvania menunjukkan bahwa pengalaman traumatis dapat meningkatkan risiko disfungsi endotel pada wanita, terutama pasca menopause.

Penulis penelitian utama Dr. Rebecca Thurston dan rekan-rekannya baru-baru ini mempresentasikan temuan mereka di Pertemuan Tahunan Masyarakat Menopause Amerika Utara (NAMS), yang diadakan di Philadelphia, PA.

Studi sebelumnya melihat hubungan antara tekanan mental dan risiko fungsi endotel, namun Dr. Thurston dan tim mengatakan bahwa beberapa penelitian telah melihat bagaimana trauma mempengaruhi risiko ini.

Untuk mengatasi kesenjangan penelitian ini, para peneliti menganalisis data 272 wanita yang berusia pascamenopause atau perimenopause. Tidak ada wanita yang merokok.

Setiap wanita melaporkan kejadian traumatis yang mereka alami sepanjang hidup mereka. Peristiwa semacam itu termasuk pelecehan seksual, kematian anak, kecelakaan kendaraan bermotor, mengalami bencana alam, atau diserang secara fisik.

Tim menemukan bahwa wanita yang melaporkan mengalami setidaknya tiga peristiwa traumatis dalam masa hidup mereka memiliki fungsi endotel yang lebih buruk daripada mereka yang memiliki pengalaman traumatis lebih sedikit, yang menunjukkan bahwa mereka berisiko lebih besar terkena penyakit jantung.

Menurut Dr. Thurston, temuan tim ini "menggarisbawahi pentingnya faktor psikososial, seperti paparan trauma, dalam pengembangan risiko penyakit jantung pada wanita paruh baya."

Dr. JoAnn Pinkerton, direktur eksekutif GNB, percaya bahwa dokter harus mempertimbangkan temuan penelitian ini saat menilai risiko penyakit jantung pada wanita.

"Mengingat persentase besar wanita pascamenopause yang terkena penyakit jantung, ini adalah studi penting yang harus mengingatkan penyedia layanan kesehatan tentang kebutuhan untuk benar-benar mendiskusikan sejarah wanita di luar sekadar menanyakan kesehatan fisiknya."

Dr. JoAnn Pinkerton

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Terbukti Bersalah, Ahok Resmi Mengirimkan Surat Pengunduran Diri sebagai Gubernur DKI Jakarta
25 Mei 2017, by Zeal
Setelah diberhentikan sementara pada tanggal 12 Mei 2017 seusai menerima vonis hukuman dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Terdakwa Penista Agama sekaligus ...
Manakjubkan, 6 Makanan Ini memiliki Manfaat Untuk Kesehatan
7 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Bagi setiap manusia sangat diwajibkan untuk mengkonsumsi makanan sehat. Terutama di tahun baru ini. Kita semua tentunya memiliki resolusi ...
Resep Minuman Jeruk Nipis, Rasanya Kecut, Tapi Menyegarkan dan Bikin Langsing
7 April 2018, by Maman Soleman
Meski rasanya masam atau kecut, namun jeruk nipis memiliki keistimewaan dibandingkan jeruk manis. Jika dikonsumsi rutin jeruk nipis bisa membuat tubuh lebih ...
Ditemukan, Ledakan Bintang Tertua Superluminous Supernova
27 Juli 2018, by Maman Soleman
Para peneliti berhasil merekam peristiwa meledaknya bintang paling jauh dan berusia paling tua di jagat raya. Fenomena yang disebut superluminous supernova itu ...
Hah! Cuci Muka Saat Mandi Ga Boleh?
19 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Menurut para ahli, ternyata mencuci muka saat mandi tidak disarankan. MD Co-Director Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman