Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Tipping Fee TPPAS Legoknangka Dianggap Terlalu Memberatkan

Tipping Fee TPPAS Legoknangka Dianggap Terlalu Memberatkan

15 November 2017 | Dibaca : 675x | Penulis : Admin

Tampang.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan, dengan tipping fee Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah  (TPPAS) Legoknangka, di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Dengan penolakan tersebut, maka sudah tiga daerah yang menolak tipping fee setelah sebelumnya dilakukan Kota Bandung dan Cimahi.

Untuk diketahui, biaya tipping fee yang ditetapkan sebesar Rp 386 ribu per ton dianggap memberatkan pemerintah kabupaten/kota yang berencana membuang sampah ke tempat tersebut.

”Bukan cuma Kabupaten Bandung saja yang keberatan, tapi Kota Bandung dan semua juga keberatan karena terlalu tinggi. Yah mestinya sih bisa Rp 50 ribu per ton. Atau mestinya paling tinggi di kisaran Rp150 atau Rp 200 ribu per ton masih wajar lah,” papar Bupati Bandung Dadang M. Naser kepada wartawan, kemarin (14/11).

Meski begitu, kata Dadang, pihaknya tetap menerima apa yang sudah diputuskan bersama demi kepentingan masyarakat luas. Dirinya berharap ada alternatif pembiayaan lain. Salah satunya dengan mencarikan investor yang mau menanamkan modalnya dalam hal pengelolaan sampah.

Tipping fee adalah biaya yang dikeluarkan anggaran pemerintah kepada pengelola sampah, berdasarkan jumlah yang dikelola per ton atau satuan volume (M3).

”Tapi nantinya pengusaha atau investor tidak hanya mengandalkan tipping fee. Mereka kan bisa mendapatkan profit dari hasil pemrosesan sampah menjadi energi listrik misalnya,” ujarnya.

Dadang berharap, sebagai daerah yang berkontribusi terbesar atas lahan TPPAS Legok Nangka, Pemerintah Kabupaten Bandung bisa mendapat keringanan tipping fee.  ”Saya berharap begitu, kita bisa mendapat keringanan 10 persen misalnya.  Sebab, kita yang punya lahan,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar menentukan besaran tipping fee sebesar Rp 386 ribu per ton HPS (hasil perhitungan sendiri). Respon pasar waste to energy untuk tipping fee berkisar antara USD 20/40 perton (sekitar Rp 270 ribu - 540 ribu per ton). Nantinya, besaran tipping fee ditentukan hasil lelang investasi dengan pola kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Dengan perhitungan itu, nantinya Pemprov akan membayar 30 persen dikali total volume kabupaten/kota dikali 365 hari. Sedangkan masing-masing kabupaten/kota harus membayar dari penghitungan total volume sampah di kab/kota masing-masing dikali 70 persen dikali 365 hari. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

obat kuat herbal
26 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Bagi para pria dewasa dan sudah menikah, urusan seks diatas ranjang pastilah menjadi urusan yang utama terutama masalah kenikmatan dan kepuasan ...
Waspada, Anak Batita pun Bisa Depresi
14 Juli 2018, by Maman Soleman
Anak Anda yang berusia  3 tahun manjadi pendiam akhir-akhir ini. Anda membawakan mainan kesukaannya, tapi dia tampak tidak bersemangat. Apakah mungkin dia ...
Sungai Tersembunyi di Bawah Es Antartika
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Antartika dari Rice University telah menemukan suatu ironi di alam: di benua terkering dan terdingin di Bumi, di mana air permukaan jarang ditemukan, ...
Faktor Keluarga Pengaruhi Temperamen Anak
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa temperamen anak dapat dipengaruhi oleh depresi pascamelahirkan ibu, sensitivitas ibu, dan fungsi keluarga. Depresi ibu ...
Dikira Sedang Tertidur Dalam Perjalanan, Pria ini Ternyata telah Meninggal
13 Desember 2017, by Rachmiamy
Tertidur saat perjalanan menggunakan mobil, bus atau kereta api memang sering dilakukan oleh sebagian orang. Seperti itu pun di kota Mexico. Seperti dilansir ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab