Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Test Pack untuk Uji Kanker

Test Pack untuk Uji Kanker

22 Maret 2018 | Dibaca : 385x | Penulis : Maman Soleman

Sepotong kertas dapat memberikan tanda adanya tumor di badan kita. Satu hari nanti sepotong kertas, mirip kertas pendeteksi kehamilan (test pack), dengan mudah mendeteksi sejumlah penyakit kanker stadium dini yang menggerogoti badan kita.

Prevalensi penyakit kanker dan kardiovaskular di dunia maju dan dunia berkembang saat ini sungguh mengejutkan. Tidak seperti penyakit infeksi menular semisal HIV dan tuberkulosis, tanda-tanda dari protein pada tumor sulit dikenali. Untuk melihat permasalahan tersebut, para peneliti membuat alat biomarker yang dapat disuntikkan ke aliran darah.

Setiap penanda dirancang untuk berinteraksi dengan protein tertentu yang menghasilkan sel-sel kanker. Ketika penanda bertemu dengan protein tersebut, protein itu membagi penanda menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut akhirnya akan mencari jalan menuju air kemih.

Teknik pengujian itu bekerja seperti uji kehamilan. Pada uji tersebut, air kemih seseorang diteteskan pada sepotong kertas yang dilapisi zat antibodi yang dapat mendeteksi bagian penanda.

Bila ditemukan bagian penanda, pada potongan kertas akan terlihat sebuah garis yang menunjukkan adanya jaringan kanker pada tubuh. Secara keseluruhan proses tersebut memakan waktu sekitar 1 jam.

Hasil penelitian itu dimuat di PNAS. Dalam artikel itu dijelaskan, potongan kertas uji tersebut dapat mendeteksi kanker usus dan penggumpalan darah (yang bisa menjadi sebuah tanda adanya masalah kardiovaskular) pada sekelompok sampel tikus percobaan.

Menurut Warren, mahasiswa jebolan Massachusetts Institute of Technology yang memimpin penelitian tersebut, mereka dapat mengembangkan biomarker sehingga mampu mendeteksi jenis kanker lainnya. Tim peneliti, dalam waktu dekat ini, berencana untuk memproduksi kertas uji secara besar-besaran sehingga dapat digunakan manusia. Uji kanker dengan menggunakan potongan kertas uji merupakan satu cara baru untuk mengatasi masalah deteksi dini kanker, demikian kata Lina Nilsson dari University of California, Berkeley.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tim Dinamit Denmark Akan Berhadapan Dengan Republik Irlandia di Babak Play Off Piala Dunia 2018 Rusia
17 Oktober 2017, by Rachmiamy
Republik Irlandia berada di posisi kedua klasemen akhir grup D babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia. Di pertandingan terakhir tim asuhan Martin O'Neill ...
jerapah
3 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Jerapah adalah hewan tertinggi di dunia, pasti kita berpikir apakah hal itu membuatnya lebih rentan tersambar petir daripada hewan lain? Teka-teki ini ...
 Tertinggal 33 Poin, Peluang Andrea Dovizioso Menjadi Juara Dunia MotoGP 2017 Semakin Berat
22 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Ducati Corse asal Italia Andrea Dovizioso memperoleh hasil yang kurang memuaskan ketika membalap di Sirkuit Phillip Island. Pada balapan MotoGP ...
Merasa Introvert? 3 Jurusan Kuliah Ini Mungkin Jadi yang Terbaik untuk Kamu
4 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika memilih jurusan untuk kuliah, dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Salah-salah, kamu bahkan menjadi bingung dengan apa yang kamu ...
Usai Diperiksa KPK, Gubernur Zambi Zumi Zola Mengenakan Rompi Orange Milik KPK
9 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap  Gubernur Zambi Zumi Zola (9/42018) selama kurang lebih 8 jam. Gubernur ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab