Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ternyata Jantung Dapat Menyembuhkan Dirinya Sendiri

Ternyata Jantung Dapat Menyembuhkan Dirinya Sendiri

23 Agustus 2017 | Dibaca : 756x | Penulis : Rindang Riyanti

Penelitian baru telah menemukan cara pada kerusakan sel jantung agar sembuh sendiri. Penemuan ini bisa mengarah pada bentuk pengobatan yang inovatif untuk penyakit jantung. Untuk pertama kalinya, peneliti telah mengidentifikasi asam ribonukleat non-coding (ncRNA) lama yang mengatur gen yang mengendalikan kemampuan sel jantung untuk menjalani perbaikan atau regenerasi. RNA baru ini, yang peneliti beri nama "Singheart," mungkin ditargetkan untuk mengobati gagal jantung di masa depan. Penemuan ini dibuat bersama oleh A's STAR's Genome Institute of Singapore (GIS) dan National University Health System (NUHS), dan sekarang diterbitkan di Nature Communications.

Tidak seperti kebanyakan sel lain di tubuh manusia, sel jantung tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri atau beregenerasi secara efektif, membuat serangan jantung dan gagal jantung parah dan melemahkan. Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan perkiraan 17,7 juta orang meninggal karena CVD pada tahun 2015. CVD juga menyumbang hampir 30% dari semua kematian di Singapura pada tahun 2015.

Dalam proyek ini, para peneliti menggunakan teknologi sel tunggal untuk mengeksplorasi pola ekspresi gen pada jantung sehat dan berpenyakit. Tim menemukan bahwa subpopulasi sel jantung yang unik di jantung yang sakit mengaktifkan program gen yang berhubungan dengan pembelahan sel jantung, mengungkap heterogenitas ekspresi gen sel jantung yang sakit untuk pertama kalinya. Selain itu, mereka juga menemukan "rem" yang mencegah sel jantung membelah diri dan dengan demikian penyembuhan diri sendiri. Penargetan "rem" ini bisa membantu memicu perbaikan dan regenerasi sel jantung.

Studi ini didorong oleh penulis pertama dan mantan Senior Research Fellow di GIS, Dr Kelvin See, yang saat ini menjadi Peneliti Postdoctoral dan Fellow Teknologi Mack di University of Pennsylvania.

Direktur Eksekutif GIS, Prof Ng Huck Hui mengatakan, "Upaya penelitian lintas institusi ini berfungsi sebagai dasar yang kuat untuk studi jantung di masa depan. Yang lebih penting lagi, mengungkap hambatan yang menghalangi proses penyembuhan diri sel jantung membawa kita pada langkah lain. Lebih dekat untuk menemukan obat untuk salah satu pembunuh terbesar di dunia. "

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

3 Kebiasaan di Pagi Hari Ini Picu Bobot Bertambah
15 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hingga saat ini, sepertinya berat badan masih menjadi masalah yang dihadapi banyak orang. Mereka biasanya tidak menyadari hal-hal apa yang ...
ciri kolesterol tinggi
4 Desember 2017, by Retno Indriyani
Kenali Ciri Kolesterol Tinggi dan Asam Urat Sebelum Terlambat - Kolesterol tinggi dan asam urat merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. ...
Jorge Lorenzo Ungkapkan Salah Satu Faktor Penyebab Kegagalannya di MotoGP 2017.
2 Desember 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Ducati Corse asal Spanyol Jorge Lorenzo mendapat hasil yang kurang memuaskan di MotoGP 2017. Mantan pembalap Movistar Yamaha tersebut hanya mampu ...
Harga Daging Kerbau Dekati Harga Daging Sapi Segar
30 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Harga daging kerbau beku asal India mengalami kenaikan hampir mendekati harga daging sapi segar di Pasar Kebayoran Lama jakarta Selatan. Salah ...
Anies Baswedan: Nilai Transaksi PRJ 2018 Capai Rp 7,3 Triliun
3 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan total transaksi yang terjadi di Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang dilakukan selama 40 hari itu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite