Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Terbitkan Fatwa Tentang Media Sosial, MUI Mengharamkan 5 Hal

Terbitkan Fatwa Tentang Media Sosial, MUI Mengharamkan 5 Hal

5 Juni 2017 | Dibaca : 1107x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Majelis Ulama Indonesia menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.

Ketua umum MUI Ma'ruf Amin mengatakan, fatwa tersebut dibuat berdasarkan kekhawatiran akan maraknya ujaran kebencian dan permusuhan melalui media sosial.

Ma'ruf berharap fatwa tersebut bisa mencegah penyebaran konten media sosial yang berisi berita bohong dan mengarah pada upaya adu domba di tengah masyarakat.

"Selain isinya jangan sampai berita bohong dan adu domba, dan yang sangat dirasakan sudah mengarah pada kebencian dan permusuhan. Jadi, yang dilarang oleh agama," ujar Ma'ruf dalam diskusi publik dan konferensi pers fatwa MUI di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2017).

Dalam fatwa MUI tersebut tercantum beberapa hal yang diharamkan bagi umat Islam dalam penggunaan media sosial.

Komisi Fatwa MUI menyebutkan, setiap Muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan ghibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba), dan penyebaran permusuhan.

MUI juga mengharamkan aksi bullying, ujaran kebencian serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antargolongan.

Haram pula bagi umat Muslim yang menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti informasi tentang kematian orang yang masih hidup.

Umat Muslim juga diharamkan menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar'i. Haram pula menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

MUI juga melarang kegiatan memproduksi, menyebarkan dan-atau membuat dapat diaksesnya konten maupun informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Selain itu, aktivitas buzzer di media sosial yang menyediakan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram.

"Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya," ucap Ma'ruf.

Ma'ruf Amin menyerahkan fatwa MUI tersebut kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Dia berharap fatwa tersebut bisa mencegah konten-konten negatif di media sosial.

Rudiantara menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan MUI terkait implementasi fatwa di lapangan.

"Fatwa ini diharapkan bisa mencegah konten-konten negatif. Kami akan minta petunjuk kepada MUI untuk menafsirkan praktik-praktik apa saja yang diharamkan di lapangan," ujar Rudiantara.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Eropa Luncurkan eDeOrbit Bersihkan Sampah Antariksa
28 Mei 2018, by Maman Soleman
Sebuah kendaraan ruang angkasa, e.DeOrbit, telah diluncurkan ke angkasa untuk mengumpulkan puing-puing pesawat ruang angkasa atau sampah-sampah lainnya. ...
Kejanggalan dari Kematian Terpidana Teroris
17 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Berita kematian teroris Muhammad Jefri ( MJ ) menjadi tanda tanya yang besar oleh sebagian orang. Terlepas apakah MJ terlibat dalam jaringan ...
Mau Turunkan Berat Badan? Lakukan 7 Kebiasaan Ini
31 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hidup sehat pastinya menjadi salah satu kunci penting untuk turunkan berat badan. Tujuh kebiasaan sehat ini, mampu turunkan berat badan kamu ...
cerai
19 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Gara-gara pesannya tak dibalas, seorang wanita yang asal Taiwan menggugat cerai suaminya. Pesan tersebut dia kirimkan melalui aplikasi pesan ...
vonis ahok
10 Mei 2017, by herline
Beragam tanggapan dari media Internasional mengenai vonis 2 tahun penjara bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tanggapan yang hampir serupa dari sejumlah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab